Era AI Menuntut Pelajar Berpikir Kritis, Bukan Menyalin Jawaban

  • 06 Agt 2026 15:43 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Hal ini disampaikan Akbar selaku Ketua Kaderisasi PD PII Banda Aceh, dalam dialog CCK yang bertema Pelajar Di Era Ai :Tetap Berpikir, Bukan Sekadar Mencari Jawaban bersama Pro2 RRI Banda Aceh, Rabu 5 Agustus 2026.

“Meski teknologi ini mampu membantu proses belajar, pelajar diingatkan untuk tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan tidak menjadikan AI sebagai alat untuk sekadar menyalin jawaban,” ujarnya.

Menurutnya, AI merupakan teknologi yang dapat mempercepat akses terhadap informasi, membantu memahami materi pelajaran, hingga memberikan berbagai alternatif penyelesaian masalah. Namun, manfaat tersebut hanya akan optimal apabila digunakan sebagai pendamping belajar, bukan pengganti proses berpikir.

"AI mampu memberikan jawaban dalam hitungan detik, tetapi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mengambil keputusan tetap harus dimiliki oleh setiap pelajar. Jangan sampai teknologi justru membuat peserta didik kehilangan daya kritis," katanya.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi utama yang dibutuhkan pada abad ke-21. “Pelajar perlu mampu memverifikasi informasi, membandingkan berbagai sumber, memahami konteks, serta menyusun argumen berdasarkan fakta. Keterampilan tersebut tidak dapat digantikan oleh teknologi,” jelasnya.

Ia juga menilai guru memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik memanfaatkan AI secara bertanggung jawab. Pembelajaran hendaknya lebih menekankan proses analisis, diskusi, pemecahan masalah, dan kreativitas dibanding sekadar mencari jawaban akhir.

"Ketika guru memberikan tugas yang mendorong analisis dan refleksi, pelajar akan belajar menggunakan AI sebagai alat bantu untuk mengeksplorasi ide, bukan sebagai jalan pintas menyelesaikan pekerjaan," ucapnya.

Selain itu, literasi digital dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda. Pelajar perlu memahami bahwa hasil yang diberikan AI tidak selalu akurat sehingga tetap harus diperiksa melalui buku, jurnal ilmiah, maupun sumber yang kredibel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....