Mahasiswa UIN Yogyakarta Gelar Workshop Pengelolaan Sampah Organik di Bireuen

  • 03 Agt 2026 23:00 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Bireuen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 Mekar Jeumpa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Workshop Eco-Waste Organik di Balai Pengajian Gampong Alue Mangki, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Workshop yang diikuti ibu-ibu PKK, aparatur gampong, dan masyarakat itu mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen serta Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen.

Sekretaris DLHK Kabupaten Bireuen, Safrizal, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, pemerintah gampong, dan perguruan tinggi penting untuk membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.

Direktur Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen, Tarmidzi, mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Ia mengatakan pembentukan bank sampah di tingkat gampong dapat menjadi solusi mengurangi timbulan sampah sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, pemateri dari Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen, Amir, mempraktikkan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos menggunakan komposter. Menurutnya, limbah dapur dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman pekarangan maupun lahan pertanian, bahkan berpotensi menjadi peluang usaha.

Selain penyampaian materi, peserta mengikuti praktik pembuatan kompos. Kegiatan tersebut mendukung program Pemerintah Gampong Alue Mangki, "Satu Rumah Satu Bibit", yang mendorong setiap keluarga menanam tanaman untuk mendukung penghijauan lingkungan.

Salah seorang peserta, Nurhayaton, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi kompos tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga dapat mendukung penyediaan pupuk bagi tanaman di pekarangan warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....