Sekolah Alam Kahfiz Aceh Sulap Limbah Jadi Karya Bernilai di Gebyar Muharram

  • 30 Jun 2026 16:23 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Sekolah Alam Kahfiz Aceh memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik melalui kegiatan Gebyar Muharram. Berbagai karya hasil daur ulang hingga pentas seni ditampilkan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan.

Koordinator Event Organizer Kahfiz Aceh, Diva Alivia, SP, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh pada program Green Radio, Sabtu 27 Juni 2026, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi seluruh fasilitator sekolah yang dipadukan dengan pentas akhir siswa.

Menurut Diva, tema Gebyar Muharram dipilih agar siswa tidak hanya menampilkan kreativitas dan bakat yang dimiliki, tetapi juga memahami makna bulan Muharram melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.

"Kami ingin anak-anak belajar tentang Muharram sekaligus menampilkan hasil karya dan kreativitas mereka dalam sebuah kegiatan yang bermakna," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah pameran karya siswa yang seluruhnya memanfaatkan bahan-bahan bekas. Kardus, bambu, pipa, hingga dedaunan yang sebelumnya dianggap limbah diolah menjadi berbagai karya kreatif yang memiliki nilai estetika sekaligus mengurangi sampah.

Salah satu karya yang dipamerkan adalah herbarium yang dibuat dari daun-daun di lingkungan sekolah. Selain itu, siswa juga menghasilkan kolase dari daun kering yang disusun menjadi berbagai bentuk menarik. Melalui proses tersebut, anak-anak diajarkan bahwa limbah organik tidak selalu harus dibakar atau dibuang, melainkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya yang bernilai.

Tidak hanya itu, konsep pembelajaran lingkungan di Sekolah Alam Kahfiz Aceh juga diterapkan secara berkelanjutan. Para siswa dikenalkan dengan pengelolaan sampah, pembuatan pupuk kompos, eco enzyme, hingga budidaya tanaman hidroponik di area Green Lab sekolah. Hasil panen maupun produk olahan tersebut bahkan ditawarkan kepada orang tua sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan dan keberlanjutan.

Gebyar Muharram yang dipersiapkan selama dua bulan itu diikuti lebih dari 100 peserta. Kegiatan tersebut turut didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh, para sponsor, orang tua siswa, serta sejumlah tamu undangan.

Diva mengatakan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi motivasi tersendiri bagi sekolah. Menurutnya, banyak program lingkungan yang dijalankan Sekolah Alam Kahfiz Aceh sejalan dengan program pemerintah, seperti bank sampah, pemilahan sampah, pengolahan kompos, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

"Mereka sangat mendukung karena ternyata program yang kami jalankan memiliki kesamaan dengan program yang selama ini disosialisasikan ke sekolah-sekolah. Mereka senang menemukan sekolah yang sudah menerapkannya secara mandiri," katanya.

Sementara itu, Wali Kelas Madrasah Ibtidaiyah Sekolah Alam Kahfiz Aceh, Nailan Sakinah, A.Md., mengatakan seluruh siswa telah mempersiapkan penampilan dan karya selama sekitar dua bulan. Meski melibatkan anak-anak kelas satu dan dua sekolah dasar, latihan dilakukan secara rutin dengan tetap menerapkan disiplin dan aturan yang disesuaikan dengan usia mereka.

Menurut Nailan, pembelajaran lingkungan juga dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika anak-anak mempertanyakan mengapa sampah tidak boleh dibakar atau dibuang sembarangan, guru mengajak mereka menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi, termasuk banjir akibat penumpukan sampah di sungai.

"Dengan cara itu, anak-anak memahami sendiri pentingnya membuang sampah sesuai jenisnya dan memanfaatkan kembali barang bekas menjadi karya yang bermanfaat," ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan. Karena itu, sekolah terus memberikan penguatan kepada wali murid agar pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah dapat dilanjutkan di lingkungan keluarga. Melalui Gebyar Muharram, Sekolah Alam Kahfiz Aceh berharap mampu membentuk generasi yang tidak hanya kreatif dan berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....