Akademisi Beberkan Faktor Perilaku Menyimpang di Kalangan Muda

  • 18 Jul 2026 10:19 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Akademisi Sosiologi Universitas Syiah Kuala (USK), Khairulyadi, MHSc. menilai perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan serius bagi keluarga dalam mendampingi remaja. Hal itu disampaikannya dalam dialog Banda Aceh Menyapa RRI Banda Aceh, saat membahas isu HIV/AIDS dan perilaku berisiko di kalangan generasi muda, Jum’at 17 Juli 2026.

Menurut Khairulyadi, kemudahan mengakses internet melalui telepon pintar membuat berbagai informasi dapat diperoleh tanpa batas. "Akses ke teknologi itu jadi sangat mudah. Di HP Android ataupun iPhone semua ada. Kecenderungan remaja adalah meniru, terutama ketika mereka tidak mendapatkan sosialisasi yang memadai di keluarga," ujarnya.

Ia mengatakan, ketika keluarga, sekolah, kampus, maupun lingkungan tidak lagi menjadi agen sosialisasi utama, maka peran tersebut berpotensi digantikan oleh media digital. Kondisi itu, menurutnya, membuat remaja lebih mudah mengakses berbagai konten dan berinteraksi melalui aplikasi yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai agama dan kehidupan masyarakat.

Khairulyadi menambahkan, persoalan tersebut tidak dapat dijelaskan hanya dari satu faktor. "Semua orang bisa mengakses apa saja di HP. Mereka akan mencari alternatif melalui media, kemudian membentuk kelompok yang memiliki persoalan yang sama. Ketika kelompok itu sudah kuat, penanganannya menjadi jauh lebih sulit," tambahnya.

Karena itu, ia mendorong penguatan peran keluarga sebagai agen sosialisasi pertama, disertai pengawasan penggunaan gawai dan literasi digital sejak dini. Menurutnya, kolaborasi orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk membentuk lingkungan yang sehat serta mencegah perilaku berisiko pada remaja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....