Stigma Hambat Minat Generasi Muda Bertani
- 17 Jun 2026 09:56 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga pola pikir yang telah terbentuk di lingkungan keluarga dan masyarakat selama bertahun-tahun.
Petani milenial, El Radhi Noer Ambiya, S.TP, mengatakan masih banyak anak muda yang menganggap profesi petani kurang menjanjikan. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit orang tua yang enggan melihat anaknya memilih jalan hidup sebagai petani.
“Realitanya adalah bahkan anak petani sendiri tidak mau anaknya menjadi petani. Ketika seorang anak mengatakan ingin jadi petani, itu sering dianggap sebagai pukulan berat. Mindset seperti ini tidak dibangun oleh anak muda, tetapi oleh lingkungan dan orang-orang terdekatnya,” ungkap El Radhi saat berbincang bersama RRI Banda Aceh, Selasa 9 Juni 2026.
Selain faktor pola pikir, El Radhi menilai keterbatasan modal, minimnya pengalaman, ketidakpastian pasar, serta kurangnya informasi dan dukungan juga membuat generasi muda berpikir ulang untuk memasuki sektor pertanian. Kondisi tersebut menyebabkan banyak anak muda memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan.
Meski demikian, El Radhi menegaskan pertanian tetap menjadi sektor yang terbuka bagi siapa saja karena tidak mensyaratkan latar belakang pendidikan tertentu. “Dengan modal yang sedikit kita sudah bisa memulai, tetapi untuk terus berkembang kita masih butuh ilmu,” ujarnya.
Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat mendorong semakin banyak generasi muda melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....