Solusi Hemat Air saat Kemarau
- 07 Apr 2026 22:45 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) yang juga merupakan Ketua Divisi Hydrometeorological Hazard dan Climate Change TDMRC USK, Dr. Yopi Ilhamsyah, mengimbau masyarakat untuk mulai memanfaatkan teknologi sederhana penampungan air hujan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Dr. Yopi menjelaskan bahwa pengelolaan air hujan dapat dilakukan dengan metode sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan rumah tangga maupun perkantoran. “Kita juga di kampus ada penyimpanan air di pekarangan menggunakan bak air, kemudian pemanenan air hujan memakai talang-talangan,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin 6 April 2026.
Ia menambahkan, air hujan tersebut dapat dialirkan ke dalam penampungan yang dibuat di bawah tanah untuk menjaga ketersediaan cadangan air. “Air dialirkan ke dalam kolam atau penampungan yang berada di dalam tanah, jadi seperti toren tapi dibenamkan,” kata Yopi.
Menurutnya, metode ini juga membantu menjaga kondisi tanah agar tetap mampu menyerap air dengan baik, sehingga cadangan air tanah tidak cepat berkurang saat musim kemarau. Ia menilai kondisi tanah yang padat saat ini menjadi salah satu penyebab berkurangnya daya simpan air.
| Baca juga: Energi Air Solusi Kebutuhan Listrik Aceh |
Selain itu, air yang tersimpan di dalam tanah dapat dimanfaatkan kembali menggunakan pompa untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk pertanian maupun kebutuhan rumah tangga saat terjadi kekeringan.
Dengan penerapan teknologi sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dalam menjaga ketersediaan air bersih, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau panjang di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....