Siswa Disabilitas Perlu Pembelajaran Variatif
- 14 Mar 2026 11:55 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) perlu dirancang lebih fleksibel, variatif, dan menyesuaikan kebutuhan anak disabilitas. Pendekatan tersebut dinilai penting agar proses belajar tidak monoton dan potensi siswa dapat berkembang secara optimal.
Kepala SLB YAPDI Banda Aceh, Heni Ekawati, S.Pd., M. Pd mengatakan, pola pembelajaran di SLB tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan sekolah umum. Menurutnya, porsi pembelajaran akademik dan vokasional harus disesuaikan agar anak tetap nyaman saat belajar.
| Baca juga: USK Lestarikan Budaya lewat Desain Inklusif |
“Kalau di sekolah SLB itu, pelajaran akademisnya 30 persen, sedangkan 70 persennya vokasi atau vokasional,” jelas Heni saat berbincang bersama RRI Banda Aceh, Minggu 8 Maret 2026.
Ia menegaskan, anak disabilitas membutuhkan metode belajar yang menyenangkan dan tidak melulu terpaku pada buku serta pulpen sepanjang hari. “Kalau terus diajarkan dari pagi sampai pulang dihadapkan dengan buku, pulpen, wujudnya Bu Guru, dia itu bosan, tidak akan ada hasilnya. Tapi kita buat variasi yang menyenangkan,” ujarnya.
Karena itu, selepas jam belajar inti, siswa diarahkan pada pola pembelajaran yang lebih adaptif. Heni menyebut kebijakan tersebut lahir dari musyawarah bersama para guru di sekolah. “Jadi saya musyawarah dengan teman-teman di sekolah, dengan para guru. Kita buat kombinasi. Jadi alhamdulillah sejak lahir SLB itu saya buat kombinasi itu dan sudah berjalan,” ucapnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya soal pengajaran, tetapi juga tentang memahami potensi unik setiap anak dan memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....