Muhammad Putra Aprullah Raih Gelar Doktor Cum Laude
- 16 Feb 2026 14:19 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Dunia pendidikan Aceh kembali mencatatkan kabar membanggakan. Muhammad Putra Aprullah, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banda Aceh, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen konsentrasi Akuntansi Keuangan dengan predikat kelulusan dengan pujian (cum laude) dari Universitas Syiah Kuala (USK) pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Prestasi ini tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan transformasi peran guru madrasah sebagai aktor penting dalam pengembangan riset dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Keberhasilan tersebut diraih setelah Muhammad Putra Aprullah yang lahir di Meunasah Meucat, Kabupaten Aceh Utara, pada 1 April 1985, putra bungsu dari enam bersaudara, anak dari pasangan almarhum Abdullah Bedallah dan Nurhayati berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Investigasi Efek Moderasi Tata Kelola Perusahaan dan Risiko ESG terhadap Hubungan antara Pengungkapan ESG dan Biaya Utang.”
Penelitian ini mengangkat isu strategis terkait keuangan berkelanjutan (sustainable finance), tata kelola perusahaan, serta risiko Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi perhatian utama dalam sistem keuangan global. Topik tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan industri, regulator, dan pembuat kebijakan di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.
Sidang promosi doktor berlangsung khidmat dan akademis, dengan dewan penguji yang terdiri dari para profesor dan doktor terkemuka dari Universitas Syiah Kuala serta penguji eksternal dari Universitas Padjadjaran. Dewan penguji terdirdi dari Prof. Dr. Marwan, S.Si., M.Si. (Ketua Sidang), Prof. Dr. Faisal, SE., M.Si., MA (Sekretaris Sidang), Prof. Dr. Yossi Diantimala, SE., M.Si.Ak., CA, Dr. Muhammad Arfan, SE., M.Si.Ak., CA, Dr. Irsyadillah, S.Pd., M.Sc, Prof. Dr. Mirna Indriani, SE., M.Si.Ak., CA, Prof. Dr. Heru Fahlevi, SE., M.Sc., CA, serta Penguji Eksternal dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, SE., Ak., M.Si., CA., ACPA.
Dewan penguji menilai disertasi tersebut memiliki kekuatan teoretis, metodologis, dan empiris, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan literatur pengungkapan ESG, tata kelola perusahaan dan pembiayaan berkelanjutan, khususnya dalam konteks negara berkembang.
Predikat cum laude yang diraih mencerminkan kualitas akademik, ketekunan riset, serta konsistensi dalam menyelesaikan pendidikan doktoral dalam rentang waktu 2023–2026. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kesungguhan dalam menyeimbangkan tugas profesional sebagai guru dengan tuntutan akademik tingkat doktoral bukanlah hal yang mustahil.
Sejak mengabdi sebagai guru di MAN 1 Banda Aceh pada tahun 2011, Muhammad Putra Aprullah dikenal sebagai pendidik yang aktif mengembangkan pembelajaran inovatif, sekaligus membangun budaya riset di lingkungan madrasah. Ia memandang bahwa madrasah bukan hanya ruang transmisi pengetahuan, tetapi juga wahana pengembangan nalar kritis, literasi ilmiah, dan karakter unggul.
Prinsip inilah yang kemudian mendorongnya untuk terus menempuh pendidikan tinggi dan aktif menulis karya ilmiah. Selama menjalani pendidikan doctor di bawah bimbingan tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Yossi Diantimala, Dr. Muhammad Arfan, dan Dr. Irsyadillah, Muhammad Putra Aprullah berhasil menulis 25 artikel ilmiah, dengan 9 artikel telah dipublikasikan pada jurnal bereputasi yang terindeks Scopus, Web of Science (WoS), dan Sinta, sementara 16 artikel lainnya masih dalam proses penelaahan (under review) di berbagai jurnal nasional dan internasional bereputasi.
Publikasi tersebut mencakup isu-isu strategis seperti ESG, tata kelola perusahaan, keuangan syariah, pendidikan, hingga penguatan peran nilai-nilai lokal dan spiritual dalam pembelajaran modern.
Selain artikel jurnal, ia juga telah menerbitkan empat buku akademik yang diterbitkan oleh penerbit nasional. Buku-buku tersebut membahas bidang manajemen, akuntansi syariah, filsafat keilmuan, serta refleksi literasi dan kepenulisan, yang memperkaya khazanah referensi akademik dan pendidikan di Indonesia.
Melalui karya tulis tersebut, ia berupaya menjembatani dunia teori dengan praktik, serta memperluas akses literasi ilmiah bagi pendidik dan mahasiswa. Capaian akademik ini berjalan seiring dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih di tingkat provinsi, nasional, dan internasional.
Muhammad Putra Aprullah tercatat sebagai penerima penghargaan guru berprestasi dan guru inspiratif, serta memperoleh pengakuan sebagai pendidik berdedikasi dari organisasi profesi guru di tingkat nasional. Di kancah internasional, ia dipercaya menjadi session chair, presenter, dan narasumber pada berbagai konferensi ilmiah internasional.
Selain itu, ia juga mencatatkan prestasi dalam berbagai kompetisi dan olimpiade guru tingkat nasional, dengan raihan puluhan medali emas, perak, dan perunggu sepanjang periode 2023–2026. Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi antara penguasaan materi, inovasi pedagogik, dan kemampuan akademik yang terukur secara kompetitif.
Dalam peta akademik global, Muhammad Putra Aprullah telah terdaftar sebagai peneliti pada berbagai basis data ilmiah internasional, seperti Scopus, Web of Science, dan Sinta. Keberadaan identitas peneliti tersebut menandai pengakuan terhadap kontribusi ilmiahnya, sekaligus membuka ruang kolaborasi riset lintas negara dan disiplin ilmu.
Lebih dari sekadar pencapaian individual, keberhasilan ini mencerminkan transformasi peran guru madrasah di era modern. Guru tidak lagi diposisikan semata sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai produsen pengetahuan, peneliti, dan agen perubahan yang berkontribusi pada pembangunan nasional.
Dalam konteks kebijakan pendidikan, capaian ini menjadi bukti bahwa investasi pada pengembangan kapasitas guru—baik melalui studi lanjut, riset, maupun publikasi—merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Muhammad Putra Aprullah menegaskan bahwa pendidikan, riset, dan pengabdian merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Baginya, gelar doktor bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah intelektual untuk terus berbagi pengetahuan, membimbing generasi muda, dan berkontribusi pada penyelesaian persoalan sosial, ekonomi, dan keberlanjutan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para guru dan pendidik di seluruh Indonesia, khususnya di lingkungan madrasah, untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berani menembus batas, dan aktif berpartisipasi dalam forum akademik nasional maupun internasional. Dengan semangat tersebut, madrasah diharapkan semakin kokoh sebagai pilar pendidikan yang tidak hanya unggul dalam nilai moral dan spiritual, tetapi juga kompetitif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....