Duta Bahasa Aceh 2026 Diharapkan Jadi Motor Penggerak Trigatra Bangun Bahasa
- 17 Mei 2026 13:40 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.Id, Banda Aceh — Ajang Final Raya Duta Wisata 2026 resmi dibuka dengan meriah dan penuh antusiasme pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Hotel Permata Hati Banda Aceh. Kegiatan ini menghadirkan 10 finalis terbaik yang telah lolos melalui berbagai tahapan seleksi dan siap menunjukkan kemampuan serta potensi mereka di hadapan dewan juri dan masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang dipimpin oleh Syahrul, S.H. selaku Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas.
Dalam sambutannya, Syahrul berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan sebagai bentuk pemberdayaan generasi muda sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang sebagai upaya memberdayakan generasi muda agar mampu menjadi agen perubahan yang kreatif, inovatif, dan berkontribusi positif bagi daerah,” ujar Syahrul.

Acara pembukaan berlangsung semarak dengan penampilan seni budaya daerah, perkenalan finalis, serta sambutan dari panitia penyelenggara. Kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda Aceh untuk berperan aktif dalam mempromosikan pariwisata, budaya, dan potensi daerah.
Adapun 10 finalis yang tampil pada Final Raya Duta Wisata 2026 yaitu:
- Cut Bang Urfan dan Cut Kak Cici Lestari
- Cut Bang Al Hafiz Tanaden dan Cut Kak Puan Faizah
- Cut Bang Fitrah Syawali dan Cut kak Azkia Muflikha
- Cut Bang Rasya Putra Andria dan Cut Kak Ade Zamliati
- Cut Bang Muazzim dan Cut Kak Ulla Putri
Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, S.S., M.Hum, menyampaikan bahwa para duta bahasa diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelaksanaan Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
“Duta bahasa bukan hanya simbol prestasi generasi muda, tetapi juga agen perubahan yang mampu mengajak masyarakat untuk mencintai bahasa Indonesia tanpa melupakan bahasa daerah serta tetap siap menghadapi persaingan global melalui penguasaan bahasa asing,” ujar Muhammad Irsan.

Ia juga menambahkan bahwa para finalis diharapkan dapat menjadi teladan dalam penggunaan bahasa yang santun, kreatif, dan komunikatif di tengah perkembangan media digital saat ini.
Dalam kompetisi ini, para finalis dinilai oleh dewan juri dari berbagai bidang. Muhammad Irsan, S.S., M.Hum bertindak sebagai Juri Kebahasaan, Fhmi Risaldi sebagai Juri Wicara Publik, serta Novita Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai Juri Kepribadian.
Para finalis tampil percaya diri dan menunjukkan semangat luar biasa selama rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung. Mereka diharapkan mampu menjadi representasi generasi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....