UIN Ar-Raniry Perkuat Reputasi Akademik Global
- 26 Jan 2026 21:47 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yakni nota kesepahaman dengan Alanya Alaaddin Keykubat University (ALKU) Turki, dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman dan Rektor ALKU Prof. Kenan Ahmet Turkdogan dalam forum University-to-University (U2U) Meeting antara perguruan tinggi Indonesia dan Turki, di Ruang Heritage Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Jakarta pada Senin (26/1/2026).
| Baca juga: Ratusan Dosen Pemula di Aceh Ikuti PKDP 2026 |
Adapun Kkerja sama ini merupakan bagian dari rangkaian Turkish Universities Fair 2026, yang diselenggarakan Edutolia Education bersama Turkish Maarif Foundation, dengan dukungan Kementerian Perdagangan Republik Turki dan Kedutaan Besar Republik Turki untuk Indonesia. Ruang lingkup kerja sama UIN Ar-Raniry dan ALKU meliputi pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan tenaga akademik, penelitian bersama, bimbingan bersama tugas akhir, serta pengembangan program magang dan penempatan riset mahasiswa.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman mengatakan, kemitraan internasional tersebut menjadi langkah strategis UIN Ar-Raniry dalam memperkuat reputasi akademik global. Kerja sama internasional dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, serta mobilitas akademik dosen dan mahasiswa. Aspek-aspek tersebut menjadi indikator penting dalam pemeringkatan universitas dunia.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri merupakan bagian dari upaya UIN Ar-Raniry menyiapkan diri menuju World University Rankings. Semoga keinginan ini dapat terwujud sebagaimana yang kita harapkan bersama,” kata Rektor.
Rektor ALKU, Prof. Kenan Ahmet Turkdogan menyambut kerja sama ini sebagai peluang memperluas kemitraan akademik dengan perguruan tinggi di Asia Tenggara, khususnya perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Untuk diketahui, Forum University-to-University Meeting dirancang sebagai wadah pertemuan terarah untuk mendorong kerja sama akademik yang lebih konkret. Sebanyak 25 universitas dari Turki, negeri maupun swasta, dijadwalkan mengikuti forum tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....