Peserta PKN II LAN RI Belajar Kepemimpinan Adaptif Hadapi Bencana

  • 16 Sep 2026 13:37 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Langsa - Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2026 yang diselenggarakan Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) LAN RI melakukan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) ke Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa 15 September 2026.

Peserta PKN Tingkat II terdiri dari pejabat eselon II dari kementerian dan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Mereka dibagi menjadi dua kelompok untuk mengunjungi kedua lokus dengan mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Penguatan Tata Kelola Pemulihan Pascabencana untuk Mewujudkan Resiliensi Daerah dan Nasional.” Melalui VKN, peserta diarahkan mengidentifikasi dan merumuskan strategi peningkatan competitive advantages organisasi maupun penyelesaian permasalahan publik di lokus yang dikunjungi. Hasilnya menjadi lesson learnt dalam implementasi kepemimpinan strategis, baik secara kelompok maupun individu.

Kota Langsa menjadi salah satu lokus VKN dengan tema “Bencana Membuat Langsa Tangguh.” Kedatangan peserta disambut Sekretaris Daerah Kota Langsa, Dra. Suhartini, M.Pd., dan turut dihadiri Kepala Bagian Umum Pusjar SKMK LAN RI Edy Saputra, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat terkait. Suhartini mengatakan bencana yang datang tiba-tiba dan berdampak luas membutuhkan kepemimpinan adaptif serta birokrasi yang kolaboratif, transparan, dan berorientasi hasil.

“Pemimpin masa depan harus mampu keluar dari business as usual dan menggunakan data. Birokrasi harus semakin dekat kepada masyarakat dan setiap rupiah harus memberikan nilai tambah baik untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Suhartini.

Dalam kegiatan tersebut dipaparkan penanganan bencana hidrometeorologi di Kota Langsa, mulai dari pendirian posko tanggap darurat, penyaluran paket sembako, penyediaan konektivitas internet menggunakan Starlink, pendirian dapur umum oleh para geuchik, hingga penanganan sampah dan pembersihan fasilitas umum. Pemerintah Kota Langsa juga menyalurkan bantuan langsung tunai dan bantuan pangan di setiap gampong terdampak.

Diskusi kemudian membahas tantangan Langsa sebagai wilayah hilir dan strategi mengantisipasi bencana berulang. Salah satu isu yang muncul adalah perlunya komunikasi dengan wilayah hulu, seperti Aceh Timur atau Takengon. Terkait hal tersebut, disampaikan bahwa persoalan lintas wilayah perlu dibawa ke tingkat pusat karena berkaitan dengan kewenangan dan tapal batas. Sementara itu, langkah yang dapat dilakukan Kota Langsa antara lain normalisasi parit dan saluran induk serta perbaikan embung.

Kelompok peserta lainnya melakukan VKN di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan di Aula Kantor Bupati Aceh Tamiang disambut langsung Bupati Aceh Tamiang bersama jajaran pemerintah daerah. Bupati Aceh Tamiang menjadi narasumber utama dan memberikan gambaran mengenai upaya pemerintah daerah menangani sekaligus memulihkan kondisi Aceh Tamiang setelah bencana pada akhir 2025 lalu.

Peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokus, yakni Sukajadi untuk penyaluran bantuan dari peserta PKN Tingkat II, Lhok Sidu, serta Opa untuk melihat hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Rombongan peserta yang mengunjungi Aceh Tamiang dipimpin Agus Sudrajat, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, dan Said Fadhil, Kepala Pusjar SKMK LAN RI.

Dalam sambutannya, Agus Sudrajat mengatakan VKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran peserta PKN Tingkat II. Melalui kunjungan langsung ke lokus, peserta dapat melihat praktik kepemimpinan dan penanganan permasalahan publik yang dilakukan pemerintah daerah. Pengalaman tersebut diharapkan membantu peserta mengidentifikasi permasalahan, melihat strategi yang telah dilakukan, dan merumuskan langkah yang dapat diterapkan dalam konteks organisasi masing-masing.

VKN di Langsa dan Aceh Tamiang menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta PKN Tingkat II untuk memperkuat kepemimpinan adaptif sekaligus merumuskan lesson learnt dalam implementasi agenda kepemimpinan strategis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....