Pemkab Aceh Besar Dukung Diklat SPPI, KDKMP dan KNMP
- 18 Jun 2026 07:13 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar - Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Fata Muhammad mendukung program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pembukaan diklat di Lapangan Upacara Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Fata Muhammad mengatakan, pelaksanaan diklat tersebut merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang siap berkontribusi di tengah masyarakat. Untuk itu pihaknya sangat mendukung program ini, karena sejalan dengan upaya kita dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.
“Kami berharap para peserta mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan wilayah pesisir. Tentu berbagai pembinaan maupun pelatihan harus diikuti dengan serius oleh seluruh peserta,” ujar Fata Muhammad.
Pembukaan diklat dipimpin oleh Wakil Komandan Rindam Iskandar Muda (Wadanrindam IM), Kolonel Inf. Akmil Satria Martha Yudha Darmawi yang bertindak sebagai inspektur upacara. Sebelum membacakan amanat, inspektur upacara terlebih dahulu menyematkan tanda pelatih dan tanda peserta kepada perwakilan.
Adapun diklat ini diikuti sebanyak 1.165 peserta, terdiri dari 581 pria dan 584 wanita. Para peserta dibagi ke dalam enam kompi, yakni tiga kompi pria dan tiga kompi wanita, yang masing-masing dipimpin oleh pleton. Pendidikan berlangsung sejak 16 Juni hingga 19 Juli 2026, sementara rangkaian diklat dijadwalkan hingga 31 Juli 2026.
Wadanrindam IM membacakan sambutan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo. Dalam sambutan tersebut disampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan dengan baik, serta penghargaan kepada para peserta yang menunjukkan semangat dan komitmen mengikuti program.
Program SPPI, lanjutnya, merupakan upaya strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, disiplin, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Melalui latihan dasar kemiliteran, peserta akan dibentuk menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, serta memiliki daya juang tinggi.
Proses pembentukan tersebut dilakukan melalui penerapan tiga pola dasar, yaitu pembinaan sikap dan perilaku, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta pembinaan jasmani. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembekalan manajerial di bidang koperasi dan pengelolaan kampung nelayan.
Dalam amanat tersebut, peserta juga diimbau untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai integritas dan nasionalisme, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan adaptif.
“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari selesainya pendidikan dan pelatihan, tetapi dari kemampuan peserta dalam menerapkan ilmu dan nilai yang diperoleh untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....