Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Air untuk Sawah Terdampak Kekeringan

  • 04 Agt 2026 11:09 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus menangani dampak musim kemarau yang mulai memengaruhi lahan pertanian di sejumlah wilayah. Berbagai langkah dilakukan untuk menjaga ketersediaan air agar sawah masyarakat tetap produktif.

Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, mengatakan pihaknya sudah turun langsung untuk meninjau sejumlah lokasi persawahan setelah menerima laporan mengenai sawah yang mengalami kekurangan air. Hasil pengecekan di Blang Musang, Kecamatan Lhoknga, pada Senin 3 Agustus 2026, menunjukkan masih ada lahan yang membutuhkan pasokan air karena letaknya lebih tinggi dan jauh dari sumber irigasi.

"Kami sudah meninjau untuk ketersediaan air, kita sudah check sekali lagi memang butuh penanganan segera karena kekeringan. Kemarin tidak sampai airnya ke situ, tapi Bapak Bupati sudah instruksikan kita bergerak cepat," ujar Imam.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah bersama berbagai pihak telah menyediakan dua sumur bor, masing-masing dari PT Solusi Bangun Andalas (SBA) dan swadaya masyarakat. Selain itu, dua unit pompa air juga disediakan, masing-masing bantuan PT SBA dan bantuan langsung dari Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris.

Ia menegaskan, sesuai arahan Bupati, setiap laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti. Warga juga diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan lahan yang membutuhkan penanganan.

"Kami juga perlu sampaikan kepada masyarakat jangan resah, setiap ada kondisi yang membutuhkan penanganan, segera sampaikan kepada pemerintah. Bupati Aceh Besar sudah mengarahkan kami untuk terus turun ke lokasi dan membantu petani, termasuk menurunkan mesin pompa air dan pengaturan distribusi air irigasi," ungkapnya.

Imam memastikan Pemerintah Aceh Besar akan terus mengupayakan penyaluran air ke lahan terdampak agar petani dapat melanjutkan musim tanam dan terhindar dari ancaman gagal panen.

Pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi, sekitar 4 hektar lahan butuh aliran air, kondisi memang sedikit tinggi dan jauh dari sumber air. Peninjauan tersebut dihadiri camat setempat, turut hadir mantan penjabat keuchik, penyuluh pertanian, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), perwakilan Pemerintah Aceh, serta para petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....