Kementerian Agama RI Luncurkan Gerakan Nasional Gema Selawat
- 26 Agt 2026 18:12 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag), menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Nasional 1448 Hijriah, di Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah: Merajut Persaudaraan, Memuliakan Kemanusiaan", yang tidak sekadar sebagai acara seremonial, melainkan sebuah gerakan partisipatif umat berskala nasional.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad dalam laporannya menyampaikan bahwa tradisi kecintaan kepada Rasulullah di Indonesia sangatlah kaya. Mulai dari masjid, pesantren, majelis taklim, hingga rumah-rumah warga, masyarakat telah terbiasa melantunkan Al-Barzanji, Al-Diba'i, Simtudduror, hingga Qasidah Burdah. Meski demikian, Abu Rokhmad mengingatkan tentang esensi dan keutamaan selawat yang sesungguhnya. Menurutnya, kecintaan umat tidak boleh hanya berhenti pada perayaan dan ekspresi lisan semata.
"Selawat harus mengantarkan kepada sirah, sirah harus melahirkan keteladanan, dan keteladanan harus hadir dalam perilaku pribadi serta kehidupan sosial. Arah besar yang ingin kita bangun adalah dari shalawat menuju sirah, dari mahabbah (cinta) menuju ittiba’ (mengikuti jejak), dan dari keteladanan Nabi menuju kemaslahatan bangsa," tegas Abu Rokhmad.
Ditjen Bimas Islam Kemenag menghadirkan Peringatan Maulid 1448 H yang terdiri dari tiga rangkaian utama. Abu Rokhmad menekankan bahwa agenda ini dirancang agar masyarakat bisa ikut ambil bagian secara aktif.
Pertama, rangkaian diawali dengan Peringatan Maulid Nabi dan Ijazah Kubro Dalail Khairat pada 26 Agustus 2026. Acara pembuka ini menghadirkan secara daring ulama dari Fes, Maroko, Sidi Idris Al-Fasi yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Al-Qarawiyyin. Terkait pemberian ijazah ini, Abu Rokhmad menjelaskan makna filosofis di baliknya.
"Ijazah ini tentu bukan syarat untuk membaca Dalail Khairat, melainkan bagian dari tradisi transmisi keilmuan, penghormatan kepada sanad, serta tabarruk kepada para ulama yang telah mewariskan tradisi kecintaan pada Rasulullah SAW," paparnya.
Selanjutnya, Kemenag meluncurkan Gerakan Nasional Gema Shalawat Bangsa yang akan berlangsung mulai 31 Agustus hingga 7 September 2026. Masyarakat dari berbagai kalangan diajak untuk berselawat serentak, baik secara perorangan maupun bersama-sama di masjid, musala, pesantren, kampus, hingga perkantoran.
Gerakan ini mengajak masyarakat Indonesia, memperbanyak selawat melalui pembacaan Dalail Khairat, dengan semangat berselawat untuk negeri meneladani sirah Nabi. Secara khusus, gerakan ini menargetkan keterlibatan 1.781.945 peserta dari seluruh Indonesia, sebuah angka yang dipilih secara historis untuk menyimbolkan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945. Kemenag juga menyelenggarakan Ngaji Sirah Nabawi, yakni estafet kajian perjalanan hidup Rasulullah SAW bersama para ulama selama tujuh hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....