Layanan Haji di Arab Saudi Semakin Serba Digital
- 31 Mei 2026 21:50 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Transformasi digital yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah menuntut jemaah untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai. Kondisi tersebut dinilai penting agar jemaah dapat beradaptasi dengan berbagai layanan berbasis teknologi yang kini diterapkan di Tanah Suci.
Komisaris PT Jasa Haramain Grup, Ali Ridha bin Zakni, mengatakan digitalisasi layanan haji di Arab Saudi terus berkembang sejalan dengan program Vision 2030 yang dicanangkan pemerintah setempat.
Dalam perbincangan bersama RRI, Jumat 22 Mei 2026, Ali Ridha menjelaskan bahwa aktivitas jemaah selama berada di Madinah dan Makkah kini semakin terintegrasi dengan sistem digital, termasuk dalam proses mobilitas dan identifikasi jemaah.
"Arab Saudi sudah mulai menerapkan sistem digital dalam berbagai layanan haji. Salah satu yang paling terlihat adalah penggunaan kartu Nusuk berbasis barcode yang wajib dimiliki jemaah untuk memasuki Kota Suci Makkah," ujarnya.
Menurut Ali Ridha, kartu Nusuk kini menjadi instrumen penting dalam pengawasan dan pengelolaan jemaah. Melalui sistem tersebut, berbagai aktivitas perjalanan jemaah dapat tercatat secara digital, mulai dari waktu masuk hingga keluar dari wilayah Makkah.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya Arab Saudi untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, serta efisiensi pelayanan bagi jutaan jemaah yang datang setiap tahun.
Meski demikian, transaksi tunai masih banyak digunakan oleh jemaah Indonesia saat berada di Tanah Suci. Menurutnya, sebagian besar jemaah biasanya melakukan pembelian oleh-oleh dan kebutuhan lainnya sebelum puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah.
"Transaksi di Arab Saudi saat ini masih banyak yang menggunakan uang tunai, baik dalam mata uang riyal maupun rupiah. Bahkan sejumlah toko masih menerima rupiah pecahan Rp100 ribu dengan nilai tukar yang mereka tentukan sendiri," katanya.
Selain transaksi tunai, penggunaan kartu debit dan kartu perbankan berlogo Visa maupun Mastercard juga sudah dapat dilakukan di berbagai pusat perbelanjaan dan layanan publik di Arab Saudi.
Namun, Ali Ridha menilai kesiapan jemaah dalam memanfaatkan layanan digital masih perlu ditingkatkan. Karena itu, ia mendorong biro perjalanan haji dan umrah untuk memberikan edukasi literasi digital kepada calon jemaah sejak tahap manasik.
Menurutnya, pembekalan tidak hanya mencakup tata cara ibadah, tetapi juga pemahaman mengenai penggunaan kartu digital, transaksi non-tunai, aplikasi layanan jemaah, hingga prosedur digital yang berlaku di Arab Saudi.
"Travel umrah dan haji perlu mulai mengedukasi calon jemaah tentang penggunaan layanan digital. Karena ke depan, sistem di Arab Saudi akan semakin mengarah pada digitalisasi penuh," ujarnya.
Ali Ridha menambahkan bahwa target Arab Saudi melalui Vision 2030 adalah menciptakan ekosistem layanan yang semakin modern, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap transaksi tunai. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital bagi jemaah Indonesia menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Ia berharap jemaah asal Indonesia, termasuk dari Aceh, dapat mempersiapkan diri lebih baik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang diterapkan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....