Jemaah Haji dan Umrah Diminta Tingkatkan Literasi Digital
- 08 Jun 2026 20:50 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Arab Saudi terus mempercepat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah sebagai bagian dari visi pembangunan jangka panjang Saudi Vision 2030. Perubahan tersebut tidak hanya mencakup layanan administrasi, tetapi juga sistem transaksi dan akses ibadah yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital.
Komisaris PT Jasa Haramain Grup, Ali Ridha bin Zakni, mengatakan penggunaan dokumen dan layanan berbasis digital akan menjadi standar utama dalam beberapa tahun mendatang. “Jadi prinsipnya sudah serba digital untuk tahun ini. Saudi Arabia punya Vision 2030. Jadi 2030 itu semua transaksi tidak ada lagi cash,” ujarnya dalam dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jum’at 22 April 2026.
Ali Ridha menegaskan, peningkatan literasi digital bagi calon jemaah menjadi hal yang sangat penting. Ia mendorong seluruh penyelenggara perjalanan umrah dan haji di Indonesia untuk mulai mengedukasi jemaah sejak pelaksanaan manasik.
Lanjutnya, salah satu hal yang wajib dipahami jemaah adalah penggunaan aplikasi Nusuk. Ia menjelaskan bahwa izin masuk Raudhah kini tidak lagi disediakan melalui visa seperti sebelumnya, melainkan harus diakses melalui aplikasi tersebut. “Setiap jemaah umrah harus memiliki aplikasi Nusuk. Kita bisa mendaftarkan nomor paspor, nomor visa, memilih jadwal di Madinah, kemudian mendapatkan QR Code yang menjadi syarat untuk masuk ke Raudhah,” sebutnya.
Ia berharap seluruh pihak, mulai dari travel, pembimbing ibadah hingga calon jemaah, dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Dengan kesiapan literasi digital yang baik, proses ibadah di Tanah Suci diharapkan menjadi lebih mudah, aman, dan tertata sesuai dengan kebijakan baru yang diterapkan pemerintah Arab Saudi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....