Kemenhaj Aceh Soroti Kesehatan Jemaah sebagai Tantangan Utama Musim Haji 2026
- 23 Apr 2026 12:13 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kementerian Haji Wilayah Aceh menyoroti kondisi kesehatan jemaah sebagai tantangan utama dalam persiapan pemberangkatan musim haji 2026. Hal ini dinilai penting untuk menjamin kelancaran layanan dan perlindungan jemaah selama proses keberangkatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Aceh, Arizal, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Selasa 21 April 2026, mengatakan pihaknya menghadapi sejumlah tantangan dalam tahap persiapan, mulai dari peralihan sistem layanan hingga pengetatan pemeriksaan kesehatan calon jemaah.
“Dalam memberikan layanan dan perlindungan tentu ada tantangan, salah satunya peralihan sistem yang sebelumnya kita gunakan. Selain itu, tahun ini pemeriksaan kesehatan jemaah juga lebih diperketat,” kata Arizal.
Menurutnya, kondisi geografis Aceh yang luas dan terdiri dari wilayah kepulauan membuat perjalanan jemaah menuju Asrama Haji Banda Aceh cukup melelahkan. Beberapa jemaah harus menempuh perjalanan darat hingga belasan jam sebelum tiba di asrama.
“Dari Takengon bisa sampai 12 jam, dari Singkil dan daerah lain juga cukup jauh. Karena itu kami berharap jemaah benar-benar menjaga kesehatan dan cukup istirahat sebelum berangkat,” ujarnya.
Arizal menjelaskan, kelelahan saat perjalanan dapat berdampak serius. Jika jemaah jatuh sakit saat tiba di asrama dan harus dirujuk ke rumah sakit, mereka berpotensi gagal berangkat sesuai jadwal karena tidak tersedia kursi cadangan pada penerbangan berikutnya.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga kondisi jemaah, termasuk tidak mengganggu waktu istirahat mereka selama berada di asrama haji.
“Kami berharap masyarakat membantu dan ikut berpartisipasi, jangan sampai mengganggu keistirahatan jemaah terutama di asrama haji,” katanya.
Ia juga meminta keluarga atau kerabat yang mengantar jemaah agar tidak memaksakan diri masuk ke area asrama haji demi menjaga kenyamanan dan ketertiban.
Jika berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kata Arizal, evaluasi terbesar yang menjadi perhatian tahun ini adalah memastikan jemaah tetap dalam kondisi prima sejak dari kampung halaman hingga tiba di bandara.
“Pergerakan jemaah itu sudah melelahkan sejak dari kampung halamannya. Karena itu kami berharap semua pihak dapat memberikan ruang agar jemaah bisa beristirahat dengan baik di kendaraan, di asrama, hingga sampai ke bandara,” ujarnya.
Kemenhaj Aceh berharap seluruh proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini dapat berjalan lancar dengan dukungan semua pihak, terutama dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan para calon tamu Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....