Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Disiapkan Jalur Khusus

  • 23 Mei 2025 17:31 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) menyiapkan jalur khusus bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas demi memastikan kenyamanan dan kelancaran proses embarkasi Hal tersebut disampaikan General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional SIM, Setiyo Pramono, dalam dialog luar studio RRI Banda Aceh yang digelar di Bandara SIM pada Kamis (22/5/2025).

Menurut Setiyo, langkah ini merupakan hasil dari sejumlah rapat koordinasi yang digelar sebelumnya. “Kita cari cara yang paling efektif dan efisien tanpa menyusahkan jemaah, khususnya sekitar 200 lansia dan disabilitas. Proses boarding dan berbagai persiapa dokumen lainya sudah diperiksa di asrama haji, agar jemaah saat di bandara langsung masuk ke pesawat tanpa harus berada di ruang tunggu,” jelasnya.

Setiyo menambahkan, hingga saat ini proses keberangkatan jemaah berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti. “Insyaallah sampai dengan hari ini tidak ada kendala, termasuk pada saat boarding,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengantar jemaah haji yang sering terjadi di Aceh, pihak bandara juga telah mengatur lokasi penempatan keluarga dan kerabat yang mengantar. Sebagian besar pengantar diarahkan ke Asrama Haji, namun tetap ada yang datang langsung ke bandara.

“Kami tetap menempatkan personel keamanan untuk mengatur alur kendaraan dan mencegah kemacetan di apron. Sejauh ini keteraturan tetap terjaga dan tidak mengganggu operasional,” tambahnya.

Dari sisi keamanan dan keselamatan, Setiyo memastikan seluruh proses tetap mengacu pada regulasi dari Kementerian Perhubungan. “Tidak ada keistimewaan khusus, tetapi tetap mengedepankan kenyamanan jemaah tanpa melanggar aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Aceh Azari, menyampaikan bahwa pihaknya juga telah menerapkan sistem digital untuk menunjang pelayanan di Asrama Haji. “Kami sudah menggunakan aplikasi untuk memudahkan jemaah mengetahui kamar mereka saat tiba. Selain itu, sistem informasi IHAD nasional juga diterapkan agar seluruh data keberangkatan jemaah terintegrasi dengan baik,” katanya.

Azari menjelaskan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan antara panitia asrama dan ketua rombongan jemaah, terutama untuk mengatur siklus kedatangan dan keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan.

“Dengan sistem bergilir, meskipun asrama hanya bisa menampung satu kloter, pelayanan tetap berjalan optimal. Jika jemaah datang terlalu awal, mereka diarahkan untuk menunggu atau beribadah terlebih dahulu,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....