Kasus Seorang Mahasiswa USK Gantung Diri, Ini Temuan Hasil Olah TKP Polisi
- 26 Agt 2026 10:48 WIB
- Banda Aceh
"Berita ini memuat informasi mengenai bunuh diri yang mungkin dapat memicu atau mengganggu sebagian pembaca. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera cari bantuan dari orang terdekat atau tenaga profesional."
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Polisi masih mendalami kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Azmil Firansyah (18), yang ditemukan dalam kondisi tergantung di salah satu kamar asrama mahasiswa USK, Jalan Inong Balee, Gampong Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Minggu (23/8/2026) sore.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kapolsek Syiah Kuala AKP Alven Febrino mengatakan, petugas telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi serta barang bukti terkait peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi dan keterangan sejumlah saksi, korban sebelumnya diketahui mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang sehat dan mengalami demam. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban sempat terlihat sedang memotong kuku di sekitar kamar dengan tatapan kosong sebelum kemudian turun ke lantai bawah.
Peristiwa tersebut baru diketahui sekitar pukul 18.25 WIB. Saksi Habibi (18), rekan korban, saat itu naik ke lantai tiga untuk mencari kursi yang akan digunakan belajar. Saksi kemudian mendapati korban dalam kondisi tergantung di kusen pintu kamar asrama.
Melihat kondisi tersebut, saksi berupaya menahan dan mengangkat tubuh korban sembari meminta bantuan penghuni asrama. Sejumlah mahasiswa kemudian datang dan bersama-sama menurunkan korban ke lantai.
Upaya pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP) sempat dilakukan oleh saksi. Namun, korban tidak menunjukkan respons dan selanjutnya dibawa ke lantai satu sambil menunggu bantuan medis.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Rumah Sakit Pendidikan USK dan dibawa ke RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA). Ambulans tiba di lokasi sekitar pukul 19.21 WIB untuk membawa korban ke rumah sakit.
Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh tiba di asrama untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Pihak keluarga korban, yang diketahui berasal dari Kabupaten Aceh Singkil, menolak dilakukan visum et repertum dan meminta agar jenazah segera dipulangkan ke kampung halaman. Polisi menyebut sejumlah saksi telah dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa dan penyebab kematian mahasiswa tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....