Serangkai Community Center: Komunitas Muda Aceh Peduli Lingkungan
- 30 Mei 2025 21:25 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Komunitas Serangkai Community Center hadir sebagai wadah generasi muda Aceh dalam menggerakkan aksi lingkungan. Selain itu, mereka juga menyebarkan edukasi sosial melalui media sosial serta kegiatan langsung di lapangan.
Dalam dialog NGOBRAS di RRI Banda Aceh, Selasa (27/5/2025), Pendiri Serangkai Community Center, Bella Hazmelia, menjelaskan bahwa komunitas ini didirikan karena kegelisahannya. Ia melihat minimnya ruang kolaborasi anak muda yang konsisten bergerak di isu lingkungan. “Keinginan ini sudah lama muncul. Awalnya saya aktif di beberapa komunitas, lalu berpikir mengapa tidak membuat wadah sendiri untuk berkembang bersama,” ujar Bella.
Nama “Serangkai” dipilih sebagai simbol kebersamaan dan sinergi antaranggota komunitas. Meski bergerak di isu lingkungan, Serangkai tak ingin terjebak dalam istilah-istilah klise. “Kami ingin semua hal dilakukan secara kolektif. Harapannya, apapun yang kami lakukan bisa berdampak dan menginspirasi,” tambahnya.
Sementara itu, Nurul Aiman, Content and Social Media Director, mengungkapkan strategi utama Serangkai dalam mengelola media sosial. Menurutnya, konten yang diangkat harus ringan, relevan, dan menyentuh isu sehari-hari, seperti pembahasan soal dampak penggunaan sedotan stainless steel. “Kami ingin konten kami menyenangkan tapi tetap edukatif. Bahasa juga kami buat ringan agar mudah dipahami,” ujarnya.
Serangkai Community Center juga mengedepankan proses kreatif dalam setiap kampanye digital. Setiap konten dirancang melalui diskusi tim, disesuaikan dengan isu terkini, dan disampaikan melalui format visual seperti reels atau infografik. “Kami tidak kejar kuantitas unggahan. Yang penting kualitas dan konsistensi,” imbuh Aiman.
Hingga saat ini, komunitas yang sudah berjalan selama hampir dua tahun itu terus menjalin kolaborasi, termasuk dengan LSM dan komunitas lingkungan lainnya di Aceh. Beberapa program unggulan yang tengah disiapkan di antaranya pelatihan eco-print, pembuatan eco-enzyme, dan aksi tanam pohon berkelanjutan.
“Keberhasilan kegiatan kami bukan hanya dilihat dari jumlah likes, tapi juga dari keterlibatan masyarakat. Saat ada yang bertanya dan ingin ikut bergabung, di situ kami tahu bahwa pesan kami sampai,” jelas Bella.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....