Sahabat Andhikara Hadirkan Ruang Belajar yang Lebih Jujur dan Relevan
- 28 Mei 2026 15:28 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Komunitas Sahabat Andhikara terus mendorong hadirnya ruang belajar yang lebih dekat dengan realitas sosial melalui program “Goes to School”. Program tersebut diperkenalkan dalam siaran Ruang Disabilitas dan Inklusi yang membahas tema “Belajar dari Kenyataan, Sahabat Andhikara Goes to School Menghadirkan Ruang Belajar yang Lebih Jujur dan Relevan”.
Co-Founder Aliya Chairunnisa dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Minggu 24 Mei 2026 mengatakan, Sahabat Andhikara lahir dari kegelisahan tiga mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala terhadap berbagai persoalan sosial yang masih terjadi meski regulasi dan hukum telah tersedia. Bersama dua rekannya, komunitas tersebut dibentuk sebagai ruang aksi sosial yang berfokus pada isu hak asasi manusia.
Menurut Aliya, komunitas tersebut memberi perhatian pada isu gender, perlindungan anak perempuan, kelompok rentan, penyandang disabilitas hingga lansia. Ia menilai masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan kepedulian bersama, terutama dari generasi muda.
“Di satu sisi hukumnya ada, tetapi realitas yang terjadi di masyarakat masih banyak masalahnya. Karena itu kami berpikir apa yang bisa kami lakukan sebagai masyarakat agar dapat memberi dampak, walaupun dimulai dari langkah kecil,” ujar Aliya.
Ia menjelaskan, pendidikan dipilih sebagai jalur utama karena dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Bagi Sahabat Andhikara, pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membangun empati, kecerdasan emosional, dan kepekaan sosial.
Aliya menyebut program Goes to School menjadi strategi yang efektif karena langsung menyasar lingkungan sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat memperoleh ruang diskusi mengenai isu sosial yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
“Belajar itu bukan hanya tentang mencari jawaban atau menghafal, tetapi bagaimana generasi muda memahami kenyataan, memahami isu sosial di sekitar mereka, memahami diri sendiri, dan memahami perasaan orang lain,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....