Komunitas Cat Lovers : Banda Aceh Harus Ramah Hewan
- 27 Jan 2025 21:14 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Komunitas Cat Lovers Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kesejahteraan hewan, terutama kucing, melalui berbagai kegiatan sosial dan edukasi. Komunitas ini juga ingin menciptakan Banda Aceh yang tidak hanya ramah terhadap wisatawan, tetapi juga terhadap hewan.
Dalam wawancara bersama Pro 2 RRI Banda Aceh pada Kamis (16/1/2025), Dr. Natalina Christanto, Ketua Komunitas Cat Lovers Banda Aceh, mengungkapkan bahwa motivasi utama dalam mendirikan komunitas ini adalah untuk mensejahterakan hewan, terutama kucing yang seringkali terlantar di jalanan.
"Motivasi utama kami adalah untuk memastikan kucing-kucing di Banda Aceh mendapatkan perhatian yang layak. Kami ingin memastikan mereka sehat dan mendapatkan perlindungan yang memadai," kata Dr. Natalina.
Saat ini, Komunitas Cat Lovers Banda Aceh memiliki hampir 200 anggota, dengan sekitar 50 orang di antaranya aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. Untuk bergabung, masyarakat dapat mengikuti grup yang ada dan turut berpartisipasi dalam program-program yang dijalankan oleh komunitas ini.
Selain kegiatan sosial, komunitas ini juga memberikan perhatian serius terhadap kesehatan kucing di Banda Aceh. "Penyakit yang umum menyerang kucing di Banda Aceh termasuk infeksi virus seperti calici, panleukopenia, dan FIP (Feline Infectious Peritonitis) yang disebabkan oleh virus corona. Penyakit ini seringkali mematikan, terutama saat musim hujan yang tidak menentu," jelas Dr. Natalina.
Menurutnya, perawatan kucing yang baik meliputi pemberian makanan bergizi, vaksinasi rutin, serta perhatian terhadap kesehatan mental kucing. “Seperti manusia, kucing juga membutuhkan perhatian fisik dan mental. Selain memberi pakan yang bergizi, kita juga harus memastikan kesehatan rohani mereka,” tambahnya.
Dalam hal regulasi, Dr. Natalina menyampaikan bahwa Komunitas Cat Lovers bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menanggapi kasus kekerasan terhadap hewan. Mereka juga mendorong pemerintah untuk mengesahkan undang-undang perlindungan terhadap hewan dan aktif mengkampanyekan steriliasi kucing jalanan.
"Kami sering melakukan pengobatan untuk kucing jalanan di pasar Halmahera. Selain itu, kami juga menggalakkan program sterilisasi kucing jantan agar populasi kucing jalanan dapat dikendalikan," kata Dr. Natalina.
Komunitas ini juga mengedepankan dukungan pemerintah dalam kegiatan mereka. Walaupun masih ada tantangan, terutama terkait dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesejahteraan hewan, komunitas ini terus berusaha mengedukasi masyarakat melalui media sosial dan aksi langsung di lapangan.
Dia menambahkan bahwa salah satu program rutin mereka adalah memberikan pakan gratis untuk kucing jalanan di 15 titik di Banda Aceh. Program ini bertujuan untuk membantu kucing yang kurang beruntung mendapatkan makanan yang layak.
"Kami berharap masyarakat yang memiliki rezeki lebih bisa membantu dengan menyumbangkan pakan untuk kucing jalanan. Saat ini, kami terus memantau tempat makan yang kami buat agar tetap bersih dan terjaga," ujar Kasrul.
Di samping itu, mereka juga aktif melakukan sosialisasi melalui media sosial untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya merawat dan melindungi hewan. "Media sosial sangat efektif untuk menyebarkan informasi dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap hewan," kata Kasrul.
Komunitas ini berharap agar Banda Aceh bisa menjadi kota yang ramah terhadap hewan, di mana hewan-hewan mendapatkan perlindungan dan perhatian yang layak. Mereka juga berharap agar sektor pariwisata dapat menjadi lebih inklusif, dengan menciptakan lingkungan yang ramah hewan.
“Tujuan kami adalah menciptakan Banda Aceh yang tidak hanya ramah terhadap wisatawan, tetapi juga terhadap hewan. Dengan begitu, Banda Aceh bisa menjadi tempat yang lebih baik bagi semua makhluk hidup,” tutup Dr. Natalina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....