Festival Anak Sholeh Semarakkan Meunasah Gampong Cut Langien

  • 04 Agt 2026 12:03 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Suasana Meunasah Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, dipenuhi keceriaan, Sabtu, 1 Agustus 2026. Puluhan anak bersama orang tua mengikuti Festival Anak Sholeh yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK).

Peserta berasal dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Mereka mengikuti Lomba Azan dan Lomba Hafalan Surah Pendek Juz 30 dengan penuh antusias.

Festival mengusung tema "Generasi Sholeh dan Sholehah: Berakhlak Mulia, Berprestasi, Percaya Diri, serta Mencintai Al-Qur'an Sejak Dini." Kegiatan itu menjadi salah satu program mahasiswa KKN USK dalam membangun karakter religius anak-anak di Gampong Cut Langien.

Program tersebut dilaksanakan tujuh mahasiswa dari Program Studi Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Festival diprakarsai Ketua Kelompok KKN USK XXIX Reguler 11, Ari Maulana.

Suasana perlombaan berlangsung meriah sejak sore hingga malam. Satu per satu peserta tampil melantunkan azan dan menghafalkan surah pendek di hadapan dewan juri.

Sorak semangat dan tepuk tangan orang tua terdengar setiap peserta menyelesaikan penampilannya. Dukungan masyarakat membuat suasana festival semakin hangat dan penuh kebersamaan.

Festival bertujuan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur'an sejak usia dini. Kegiatan itu juga melatih keberanian tampil di depan umum dan membangun rasa percaya diri.

Selain menjadi ajang perlombaan, festival diharapkan menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Mahasiswa berharap kegiatan tersebut membentuk generasi yang berakhlak mulia, disiplin, dan gemar mempelajari ilmu agama.

Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin empat tentang pendidikan berkualitas. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan.

Salah seorang peserta, Aqil Mubarrak, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan tersebut. Menurutnya, festival membuat dirinya semakin bersemangat belajar agama.

"Saya senang sekali bisa ikut lomba ini. Saya jadi lebih rajin menghafal surah dan belajar azan. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan lagi karena seru dan membuat saya semakin semangat belajar agama," kata Aqil.

Ketua Kelompok KKN USK XXIX Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan Festival Anak Sholeh tidak hanya bertujuan mencari pemenang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun karakter Islami bagi anak-anak.

"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. Melalui festival ini mereka belajar mencintai Al-Qur'an, berani tampil di depan umum, melatih kepercayaan diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Ari menambahkan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan pembinaan keagamaan masih sangat dibutuhkan di tingkat gampong. Ia juga menilai keberhasilan festival merupakan hasil kolaborasi mahasiswa, aparatur gampong, tokoh masyarakat, dan para orang tua.

Dewan juri terdiri atas Ari Maulana, Farras Aditya Mahasin, dan Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd. Mereka menilai kemampuan peserta pada cabang lomba azan dan hafalan surah pendek.

Muhammad Syahril mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN USK yang menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di desanya. Ia berharap Festival Anak Sholeh dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang.

"Festival ini sangat baik karena mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk belajar agama sejak dini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda di Gampong Cut Langien," ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN USK XXIX Reguler 11, Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, festival menjadi media pembentukan karakter sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman.

"Saya mengapresiasi Ari Maulana bersama seluruh anggota Kelompok 11 yang telah menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Festival Anak Sholeh bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga media pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, dan pengembangan potensi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....