Khanduri Jazz 2026 Hadirkan Kolaborasi Musik dan Kemanusiaan
- 04 Mei 2026 09:00 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perhelatan Khanduri Jazz 2026 sukses mencuri perhatian publik dalam perayaan International Jazz Day. Acara digelar di Ballroom Ayani Hotel Banda Aceh pada Sabtu, 1 Mei 2026 malam.
Festival ini diselenggarakan oleh Radio Antero bersama Aceh Jazz Community dan Sekolah Musik Moritza. Rangkaian kegiatan terbagi dalam agenda Khanduri Jazz Solidarity for Humanity dan Khanduri Jazz Signature Concert.
Sekda Aceh Muhammad Nasir Syamaun turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia menilai Khanduri Jazz memberi dampak positif bagi perkembangan musik dan pariwisata daerah.
“Khanduri Jazz luar biasa. Ke depan, kegiatan seperti ini sebaiknya bisa digelar lebih sering,” ujar Nasir.
Nasir berharap festival tersebut mampu melahirkan lebih banyak bibit baru di dunia musik. Ia juga menilai konsep yang terbuka dapat menjadi daya tarik wisata.
Menurutnya, festival musik dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda, khususnya dalam musik jazz. Sosialisasi yang lebih luas dinilai akan memperbesar dampak kegiatan tersebut.
Founder Khanduri Jazz, Uzair, menjelaskan festival ini merupakan bagian dari perayaan global UNESCO sejak 2011. Perayaan International Jazz Day kini berlangsung di lebih dari 190 negara.
Uzair mengatakan Khanduri Jazz telah diinisiasi di Aceh sejak 2003. Festival tersebut sempat vakum sebelum kembali dihidupkan beberapa tahun terakhir.
“Tahun ini kami mengangkat tema Jazz for Humanity sebagai bentuk apresiasi kepada pekerja kemanusiaan,” kata Uzair.
Tema tersebut juga menjadi momentum kebangkitan pascabencana ekologis. Nilai kemanusiaan menjadi salah satu pesan utama dalam festival tahun ini.
Sejumlah musisi Aceh Jazz Community tampil memeriahkan panggung utama. Mereka di antaranya Moritza Thaher, Afrizal, Yudi Amirul, Akhyar, dan Teuku Mahfud.
Musisi lain yang turut tampil ialah Erwinsyah dan Teuku Dedenio. Selain itu, hadir pula musisi tamu Deddy Syukur dan Yudi Kurnia.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan intim bersama penonton. Pengunjung bernama Muddasir mengaku terkesan dengan penampilan anak-anak di atas panggung.
“Seru dan memberi wawasan baru. Harapannya kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Rita, menilai festival ini menjadi ruang apresiasi musik dan edukasi masyarakat. Sementara Rifki menyebut suasana tahun ini lebih tenang dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Selain menjadi ruang ekspresi, Khanduri Jazz diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan. Festival ini juga diarahkan menjadi agenda tahunan setiap 30 April di Aceh.
Khanduri Jazz pertama kali digelar pada 2003 di Kuala Tripa Hotel Banda Aceh. Acara tersebut menghadirkan sejumlah musisi Aceh dan komunitas penikmat jazz.
Setelah tsunami, festival kembali digelar pada 2008 di Gedung Sultan Selim II. Penampilan khusus Lou G Band dari Belanda turut memeriahkan acara tersebut.
Pada 2009, Khanduri Jazz Etnomission menghadirkan eksplorasi etnik jazz di Hermes Palace Hotel. Sementara pada 2010 tampil musisi legendaris Utha Likumahuwa bersama Moritza Thaher & Friends.
Khanduri Jazz Tour To Campus kemudian digelar pada 2011 sebagai ajang seleksi menuju Java Jazz Festival. Memasuki 2025 dan 2026, festival kembali menguat sebagai bagian International Jazz Day.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....