Syair Smong, Legenda yang Menyelamatkan Warga

  • 31 Jan 2026 00:59 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Ketika tsunami 2004 melanda Aceh, masyarakat Simeulue justru selamat berkat sebuah syair tradisional: Syair Smong. Syair yang diwariskan turun-temurun itu mengajarkan warga untuk segera menjauhi pantai ketika laut surut secara tiba-tiba, sehingga nyawa mereka tertolong dari bencana yang menewaskan ribuan orang di wilayah lain.

Azman, anggota Tim Ahli Cagar Budaya Aceh, menyatakan keberhasilan Simeulue adalah bukti pentingnya memori kolektif dan tradisi lokal dalam mitigasi bencana. “Masyarakat Simeulue selamat karena mereka merawat memori kolektif ini. Syair itu menjadi panduan hidup ketika bencana datang,” ujarnya dalam KHUPIE SARENG PODCAST Episode #24 RRI Banda Aceh.

Ia menambahkan bahwa benda-benda dan tradisi budaya bukan sekadar simbol sejarah, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyelamatkan nyawa. Selain itu, Azman menekankan pentingnya melindungi situs sejarah dan budaya dari praktik yang merusak, agar generasi mendatang tetap mengenal identitas dan pelajaran berharga dari sejarah.

Kisah Simeulue dan Syair Smong menjadi contoh nyata bahwa tradisi lokal memiliki peran vital dalam keselamatan dan keberlanjutan masyarakat Aceh.

Diketahui, Di ujung barat Aceh, terdapat pulau kecil Bernama Kabupaten Simeulue, tradisi turun-temurun menyimpan rahasia keselamatan. Warga pulau itu sejak kecil sudah hafal Syair Smong, syair yang mengingatkan: jika laut tiba-tiba surut, segera lari ke daratan tinggi.

Ketika tsunami besar mengguncang Aceh pada 2004, syair ini menjadi penyelamat nyawa. Puluhan ribu orang di daratan utama Aceh kehilangan nyawa, tetapi masyarakat Simeulue selamat. Mereka tahu tanda alam itu bukan sekadar kebetulan, tapi pesan dari leluhur melalui warisan budaya dan memori kolektif.

Bagi warga Simeulue, Syair Smong bukan hanya tradisi, tetapi juga guru hidup. Setiap baitnya mengajarkan kewaspadaan, keberanian, dan pentingnya mendengar hikmah dari sejarah. Pulau ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal bisa menaklukkan bencana.

Rekomendasi Berita