Penampakan Satu Dusun di Tamiang Hilang Disapu Bandang
- 21 Jan 2026 23:48 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Tamiang - Tak ada lagi deretan rumah kayu di tepi sungai itu. Tak terdengar suara anak-anak bermain atau deru aktivitas warga yang dulu menghidupkan Dusun Pengidam. Yang tersisa kini hanyalah puing, lumpur, dan tumpukan kayu gelondongan yang membentang sejauh mata memandang.
Dusun Pengidam di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, seolah lenyap dari peta setelah diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu. Bencana banjir bandang itu menyeret apa saja yang dilaluinya. Sebanyak 34 rumah warga di satu dusun tersebut hancur rata dengan tanah.
Bahkan, bukan hanya bangunan yang hilang, keberadaan dusun itu sendiri kini nyaris tak berbekas. Area yang dahulu dipenuhi kebun sawit dan rumah warga berubah menjadi hamparan kayu besar dan material sisa banjir.
Dusun Pengidam menjadi salah satu titik terdampak terparah dari rangkaian bencana alam yang melanda wilayah Aceh Tamiang. Ribuan kubik kayu gelondongan yang terbawa arus deras sungai menghantam pemukiman warga. Kayu-kayu itulah yang merobohkan rumah-rumah hingga rata dengan tanah, menimbun sebagian lainnya, dan menyeret sisanya entah ke mana.
Akibat bencana tersebut, sebanyak 27 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Seluruh korban kini harus direlokasi dan bergantung pada hunian sementara yang disiapkan pemerintah. Di tengah keterbatasan itu, duka dan harapan bercampur menjadi satu.
Krisnawati, salah seorang warga Dusun Pengidam, tak kuasa menyembunyikan kesedihannya. Perempuan itu mengenang bagaimana tempat tinggalnya hilang dalam sekejap.
“Sedih kali. Biasanya di sini sawit, sekarang cuma tumpukan kayu. Apa enggak sedih? Kami ingin dibantu. Sejak dulu kami tak pernah dapat rumah bantuan. Paling kecil rumah kami. Harapan kami cuma satu, rumah kami bisa dibangun kembali, agar kami bisa kembali bangkit,” tutur Krisnawati.
Harapan serupa juga disampaikan Sekretaris Desa Pengidam, Mahruzal. Ia berharap pemerintah dapat mengizinkan pemanfaatan kayu-kayu gelondongan yang terseret banjir untuk dijadikan bahan bangunan rumah warga.
“Mudah-mudahan pemerintah mengizinkan kami mengolah kayu ini agar bisa dibuatkan rumah. Mungkin sekarang belum fokus ke sini karena masih pemulihan ekonomi masyarakat. Ke depan mudah-mudahan ada musyawarah di tingkat desa atau kecamatan,” kata Mahruzal.
Saat ini, pemerintah telah menyiapkan pembangunan hunian sementara bagi para korban banjir di Aceh Tamiang. Sebanyak 600 unit hunian sementara direncanakan, dan sebagian di antaranya telah selesai dibangun serta siap dihuni.
Namun bagi warga Dusun Pengidam, hunian sementara hanyalah langkah awal. Mereka masih menunggu kepastian, kapan rumah permanen dapat kembali berdiri di tanah yang kini tinggal kenangan.