Souvenir Karya Siswa Disabilitas Aceh Berpeluang Tembus Pasar Wisata

  • 06 Jul 2026 20:43 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Produk kerajinan hasil karya siswa penyandang disabilitas dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi souvenir khas Aceh yang mampu bersaing di pasar wisata hingga pasar internasional. Melalui pendampingan dari akademisi dan kolaborasi internasional, karya-karya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hasil pembelajaran di sekolah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pembuatnya.

Hal itu disampaikan Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Zulfikar Takqyudin bahwa ia mengatakan selama ini banyak karya siswa disabilitas berhenti sebagai tugas sekolah, padahal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Menurut Zulfikar, konsep pengembangan produk difokuskan pada cendera mata yang sederhana, fungsional, mudah dibawa, namun tetap menampilkan identitas budaya Aceh. "Produk itu penting menarik, simpel tapi fungsional. Jangan produk itu rumit, hanya terpajang, orang enggak mau beli lagi," ujarnya saat diwawancarai RRI dalam program Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi, Minggu, 5 Juli 2026.

Ia mencontohkan berbagai produk yang berpotensi dikembangkan, mulai dari pembatas buku, gantungan kunci, tempat tisu, alas gelas, hingga perlengkapan interior dengan sentuhan ornamen khas Aceh. Menurutnya, wisatawan masa kini lebih menyukai cendera mata yang praktis digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan produk berukuran besar yang sulit dibawa pulang.

Tidak hanya mengandalkan nilai fungsi, produk tersebut juga memiliki nilai emosional karena dibuat langsung oleh siswa penyandang disabilitas. "Yang membedakannya adalah produk ini dihasilkan oleh tangan-tangan anak istimewa," kata Zulfikar, seraya menambahkan bahwa cerita di balik sebuah produk menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Dalam pengembangannya, Universitas Syiah Kuala menggandeng Chulalongkorn University Thailand untuk berbagi pengalaman mengenai pendampingan komunitas kreatif dan peningkatan kualitas produk. Masukan dari tim Thailand diharapkan mampu membantu karya siswa disabilitas berkembang secara bertahap sehingga memiliki standar yang lebih baik dan siap memasuki pasar yang lebih luas.

Zulfikar berharap karya siswa disabilitas nantinya dapat menjadi souvenir resmi yang digunakan berbagai instansi pemerintah maupun pelaku pariwisata di Aceh. Ia meyakini, ketika kreativitas, nilai budaya, dan semangat inklusi dipadukan dalam satu produk, maka cendera mata tersebut tidak hanya menjadi oleh-oleh khas daerah, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kemampuan luar biasa penyandang disabilitas kepada masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....