Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Aceh, Dorong Pemerataan dan Penguatan UMKM
- 30 Apr 2026 16:33 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Pengamat ekonomi sekaligus akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Amri, S.E., M.Si, menilai ketimpangan ekonomi antarwilayah di Aceh masih cukup tinggi dan memerlukan langkah serius untuk pemerataan pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Amri dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Selasa 28 April 2026 terkait kemandirian daerah dalam kerangka otonomi daerah. Menurutnya, ketimpangan ekonomi dapat diukur melalui indikator seperti rasio gini dan indeks Williamson yang menunjukkan perbedaan tingkat pembangunan antar daerah.
“Kalau kita lihat, ketimpangan antar daerah masih sangat terasa. Wilayah timur dan utara relatif lebih maju, sementara barat, selatan, dan sebagian wilayah tengah masih tertinggal,” ujarnya.
Amri menjelaskan, upaya pemerataan ekonomi membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Ia menilai, idealnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) berada pada kisaran minimal Rp25 triliun agar mampu mendorong pembangunan secara merata.
“Kalau anggaran terbatas, apalagi sebagian besar habis untuk belanja pegawai, maka ruang untuk pembangunan menjadi sangat sempit,” katanya.
Ia juga menyoroti tingginya ketergantungan Aceh terhadap pemerintah pusat. Menurutnya, tanpa dukungan dana transfer, pemerintah daerah akan kesulitan menjalankan pembangunan dan pelayanan publik.
| Baca juga: Dapur Hanania Ubah Pisang jadi Cuan |
Selain itu, Amri menilai struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh masih didominasi oleh pajak kendaraan bermotor, sementara kontribusi dari sektor lain seperti pertambangan dan perbankan masih relatif kecil.
“Kondisi ini menunjukkan perlunya pembenahan dalam pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amri menekankan pentingnya menghidupkan aktivitas ekonomi dan dunia usaha di seluruh wilayah Aceh sebagai kunci mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebutkan, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, serta ekonomi kreatif menjadi langkah strategis karena memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong perputaran ekonomi.
“Kalau aktivitas ekonomi hidup, masyarakat akan sejahtera. Ini yang menjadi kunci pengentasan kemiskinan,” katanya.
Amri berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat fokus pada pemerataan pembangunan dan penguatan sektor ekonomi riil guna mengurangi kesenjangan antarwilayah di Aceh serta memperkuat kemandirian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....