PosSaku Dorong Digitalisasi UMKM Mikro Lewat Aplikasi Kasir

  • 24 Des 2025 22:46 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus didorong melalui kehadiran berbagai aplikasi pendukung bisnis. Salah satunya adalah PosSaku, aplikasi kasir dan pembukuan digital yang secara khusus menyasar pelaku usaha mikro dan kecil agar lebih mudah dalam mengelola keuangan usahanya.

Founder & CEO PosSaku, Muharir Hasbi, dalam Podcast Kuphie Sareng yang disiarkan di Kanal YouTube RRI Banda Aceh, Rabu (24/12/2025) menjelaskan bahwa PosSaku merupakan aplikasi kasir online yang dilengkapi fitur manajemen produk serta laporan keuangan berbasis akuntansi sederhana. “PosSaku ini sebenarnya aplikasi kasir dan pembukuan bisnis, tapi target utama kami memang UMKM, lebih spesifik lagi usaha mikro dan kecil,” ujarnya.

Muharir menambahkan, PosSaku dirancang agar mudah digunakan oleh pelaku usaha yang belum terbiasa dengan teknologi. Tampilan antarmuka (UI) yang sederhana serta penggunaan bahasa yang mudah dipahami menjadi keunggulan utama aplikasi ini. “Kami buat fiturnya tidak terlalu kompleks supaya pelaku usaha mikro tidak bingung saat menggunakannya,” kata Muharir.

Ide pengembangan PosSaku berangkat dari realitas bahwa tulang punggung ekonomi Indonesia didominasi oleh UMKM, dengan sekitar 99 persen di antaranya merupakan usaha mikro. Menurut Muharir, masih banyak pelaku usaha yang melakukan pencatatan keuangan secara manual. “Pembukuan manual itu sangat hektik dan berisiko. Dari situ kami ingin menghadirkan solusi untuk memberdayakan usaha mikro agar lebih tertata,” jelasnya.

Aplikasi PosSaku sendiri telah dikembangkan selama empat tahun dan dapat diunduh secara gratis melalui ponsel pintar, dengan sistem penggunaan berbasis langganan. Meski berbasis di Banda Aceh, pengguna PosSaku telah tersebar di berbagai daerah. “User kami bukan hanya di Aceh, tapi sudah sampai Jakarta bahkan Papua,” ungkap Muharir.

Dalam proses pengenalan ke masyarakat, tantangan terbesar PosSaku adalah penerimaan teknologi oleh pelaku UMKM. Untuk itu, pihaknya menggandeng berbagai mitra, termasuk perbankan, melalui program pelatihan. “Kami tidak hanya mengenalkan aplikasi, tapi juga dibarengi edukasi seperti digital marketing supaya lebih mudah diterima,” ujarnya.

Saat ini, PosSaku telah digunakan oleh sekitar 500 pelaku UMKM di Banda Aceh dan terus berpotensi bertambah. Muharir berharap PosSaku dapat menjadi pintu masuk digitalisasi UMKM, tidak hanya di Aceh tetapi juga di seluruh Indonesia. “Kami ingin usaha mikro naik kelas, dan PosSaku hadir untuk membantu proses itu,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....