Sektor Pertanian-UMKM di Aceh Terpukul Akibat Bencana
- 23 Des 2025 22:28 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Sektor pertanian dan pelaku UMKM salah satu yang paling terdampak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November 2025 lalu.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin (22/12/2025) mengatakan bencana hidrometeorologi yang menyebaban banjir bandang dan tanah longsor tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan merusak segala sarana infrastruktur dan kerugian harta benda, tapi, bencana ini juga akan menyebabkan tingkat perekonomian Aceh akan merosot tajam.
Menurutnya, bencana hidrometeorologi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku UMKM, khususnya usaha kecil seperti warung dan kios, mengalami kerusakan tempat usaha hingga terhentinya aktivitas ekonomi.
“UMKM kecil yang terdampak banjir dan longsor, sebagian bahkan kehilangan usahanya. Ini ikut menekan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Agus.
Berdasarkan data yang dihimpun Bank Indonesia, sekitar 89 ribu hektare lahan sawah terdampak banjir dan longsor. Angka tersebut hampir sepertiga dari total luas sawah Aceh yang tercatat lebih dari 300 ribu hektare.
“Gangguan pada sektor pertanian ini tentu akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan PDRB Aceh,” katanya.
Agus juga menyebutkan, pascabencana, pertumbuhan ekonomi Aceh diproyeksikan mengalami penurunan cukup tajam, mengingat skala bencana yang besar dan memengaruhi faktor-faktor produksi utama.
Menurutnya, bencana alam yang terjadi pada akhir November lalu itu berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah, khususnya pada triwulan IV tahun 2025.
“Di triwulan empat ini memang diperkirakan akan terjadi penurunan yang cukup signifikan. Ini menjadi tantangan besar karena sebagian besar PDRB Aceh ditopang sektor pertanian,” ujar Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....