Nakusuka Hadirkan Cita Rasa Budaya Aceh Modern
- 29 Okt 2025 14:02 WIB
- Banda Aceh
KBRN - Banda Aceh : Di tengah maraknya produk kuliner modern yang serba instan, muncul sebuah usaha lokal yang berupaya menjaga cita rasa tradisional Aceh dalam kemasan yang praktis dan modern. Adalah Nakusuka, produk serundeng khas Aceh yang didirikan pada akhir tahun 2022 oleh Hamdani Abdullah (Owner Nakusuka) bersama timnya, yang kini telah menarik perhatian para pencinta kuliner nusantara di berbagai daerah.
Dalam dialog UMKM Talks pada Senin (27/10/2025) yang bertajuk “Budaya dalam Cita Rasa Nakusuka” di RRI Pro 1 Banda Aceh, Hamdani menuturkan bahwa lahirnya Nakusuka berawal dari kerinduan terhadap rasa rumahan, rasa yang membangkitkan ingatan akan dapur ibu. “Kami ingin menghadirkan lauk siap santap yang praktis namun tetap otentik dan berakar pada cita rasa budaya nusantara,” ujar Hamdani.
Nama Nakusuka sendiri diambil dari frasa sederhana “enak kamu suka”, mencerminkan harapan agar setiap orang yang mencicipinya langsung merasa enak dan otomatis menyukainya. Di balik kesederhanaan itu tersimpan filosofi kuat tentang kebanggaan terhadap budaya kuliner lokal yang dikemas dengan semangat modern.
Produk utama Nakusuka adalah serundeng Aceh, dengan tiga varian rasa: serundeng trikacang, serundeng bawang goreng Aceh, dan serundeng pedas temurui Aceh. Varian temurui Aceh menjadi ciri khas karena mengangkat rempah khas daerah seperti daun temurui, serai, dan bawang giling yang memberikan aroma unik berbeda dari serundeng Jawa atau Sunda.
Hamdani menegaskan, Nakusuka tidak menggunakan MSG, seluruh bahan diolah secara alami dengan proses sangrai manual untuk menjaga kerenyahan dan aroma rempahnya. “Kami ingin tetap menjaga rasa otentik meski kapasitas produksi meningkat. Prinsip kami, kalau naik skala tapi rasa hilang, itu bukan Nakusuka,” jelasnya.
Kini, Nakusuka telah beredar di beberapa kota besar Indonesia seperti Medan, Bandung, dan Yogyakarta, serta sempat mengikuti pameran MIT Pahang di Malaysia tahun 2024. Respons masyarakat sangat positif; banyak konsumen luar Aceh menilai rasa Nakusuka unik dan wangi rempahnya kuat, bahkan mengingatkan mereka pada masakan rumah di kampung halaman.
Dalam prosesnya, Nakusuka juga aktif berkolaborasi dengan petani lokal dan komunitas UMKM untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan memperluas jejaring pemasaran. Di sisi lain, strategi branding Nakusuka menonjolkan narasi budaya dalam kemasan modern dengan tagline “Heritage dalam Rasa, Modern dalam Kemasan.”
Melalui produk sederhana seperti serundeng, Hamdani percaya bahwa budaya Aceh bisa terus hidup dan dikenal luas. “Rasa bukan sekadar lidah, tapi identitas. Nakusuka membawa spirit Aceh yang kaya rempah dan berani rasa,” tuturnya menutup dialog.
Dengan cita rasa otentik dan kemasan modern, Nakusuka menjadi bukti bahwa UMKM lokal dapat menjadi duta budaya kuliner Aceh yang siap bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....