Industri Kreatif Syariah Aceh Punya Potensi Besar

  • 31 Agt 2025 20:28 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Aceh dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri kreatif berbasis ekonomi Islam. Namun, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, terutama terkait kesadaran pelaku usaha dalam memperoleh sertifikat halal.

Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Evriyenni, S.E., M.Si., CTT., CATr, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).

Menurutnya, dari sisi potensi, Aceh memiliki landasan kuat melalui hadirnya Kanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Regulasi tersebut menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis sekaligus lebih mudah mengakses permodalan berbasis syariah.

Selain itu, ketersediaan lembaga pemeriksa halal di sejumlah perguruan tinggi seperti UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala, dan lembaga mandiri lainnya, juga membuka ruang besar bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produk mereka.

“Namun, masih ada sebagian pelaku usaha yang menganggap sertifikat halal belum penting. Mereka merasa produk tetap laku meski tanpa sertifikat. Padahal, sertifikat halal sangat bermanfaat, terutama untuk membuka peluang kolaborasi di pasar internasional,” jelas Evriyenni.

Ia menambahkan, bahkan di negara-negara non-Muslim, tren produk halal terus berkembang dan diminati. Karena itu, literasi halal bagi pelaku usaha di Aceh harus terus ditingkatkan, agar mereka memahami bahwa sertifikat halal bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi memperluas pasar global.

“Dengan sertifikat halal, produk UMKM Aceh tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga bisa menembus pasar internasional yang kini semakin selektif terhadap standar halal,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....