Ekonomi Islam Dorong Industri Kreatif Aceh Lebih Kompetitif

  • 31 Agt 2025 16:42 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN ,Banda Aceh: Prinsip kemaslahatan dalam ekonomi Islam diyakini dapat mendorong pelaku usaha menghasilkan karya dan produk yang halal sekaligus bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Evriyenni, S.E., M.Si., CTT., CATr, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).

Menurutnya, produk halal merupakan syarat utama dalam dunia usaha yang berlandaskan syariat Islam. Hal ini mencakup larangan unsur riba, gharar, maupun maisir, serta konten yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

“Pelaku usaha harus memahami produknya sendiri. Jika menghasilkan karya seni, kuliner, atau fashion, semuanya harus sesuai dengan syariat Islam dan mendukung syiar Islam,” jelasnya.

Evriyenni menambahkan, selain prinsip kemaslahatan, pelaku usaha juga perlu mengedepankan prinsip keberlanjutan. Hal ini diwujudkan melalui pemanfaatan bahan ramah lingkungan dalam proses produksi, serta penerapan manajemen sumber daya Islami.

Dengan begitu, kata dia, industri kreatif tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

“Ekonomi Islam penting dipahami terutama oleh pelaku usaha, sehingga ekosistem industri kreatif yang terbangun benar-benar sesuai dengan konsep syariat Islam yang diterapkan secara kafah di Aceh,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....