Harga Sembako Naik, Pedagang di Banda Aceh Kelimpungan

  • 29 Jul 2025 02:35 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Kenaikan harga sejumlah bahan pokok dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan memberatkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banda Aceh. Salah satunya adalah Irawati, penjual nasi gurih dengan harga terjangkau Rp7.000 per bungkus di kawasan Jalan Sultan Iskandar Muda.

Dalam perbincangannya bersama RRI pada Selasa (22/7/2025), Irawati mengaku semakin kesulitan menjaga keseimbangan antara harga jual, biaya produksi, dan keuntungan usahanya akibat lonjakan harga bahan pokok yang cukup tajam.

“Bagi kami pengusaha UMKM, apalagi yang jual nasi serba Rp7.000, sangat berat menghadapi kenaikan harga sembako. Harga beras misalnya, dari Rp210 ribu naik jadi Rp235 hingga Rp240 ribu per sak ukuran 15 kilogram. Telur juga dari Rp50 ribu ke Rp60 ribu per papan,” ujar Irawati.

Kondisi tersebut membuat Irawati terpaksa menyiasati usaha dengan cara mengurangi porsi tanpa menaikkan harga jual. “Harga tetap, tapi porsinya kami kecilkan sedikit. Itu juga sudah kami jelaskan ke pembeli bahwa semua bahan pokok naik,” tuturnya.

Meski ada penyesuaian porsi, Irawati menyebut jumlah pembeli masih tergolong stabil karena komunikasi yang terbuka dengan pelanggan. Namun, ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.

“Harapan kami, pemerintah bisa cepat menurunkan harga bahan pokok. Karena jual nasi murah itu untungnya sudah sangat tipis. Kalau harga naik terus, kami bisa benar-benar tidak kuat,” imbuhnya.

Irawati mengakui kendala yang paling berat dihadapi pelaku UMKM kuliner saat ini bukan hanya pada biaya produksi, tetapi juga pada kemampuan bertahan di tengah daya beli masyarakat yang stagnan. "Semoga ada kebijakan pemerintah berpihak pada usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....