Terus Tertekan, Rupiah Hari ini Tembus Rp18.000 Per Dolar

  • 04 Jun 2026 16:00 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah kurs dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp18.000 pada perdagangan Kamis 4 Juni 2026. Berdasarkan data pasar yang terpantau pada pagi hari, dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp18.067 per dolar AS.

Data menunjukkan mata uang Negeri Paman Sam tersebut menguat sekitar 0,27 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Penguatan ini membuat kurs dolar bergerak dari level penutupan sebelumnya di kisaran Rp18.017 menuju Rp18.067 per dolar AS pada pukul 08.13 UTC.

Pergerakan dolar sepanjang sesi perdagangan menunjukkan tren kenaikan yang cukup konsisten. Setelah sempat berada di bawah Rp18.000, kurs terus menanjak hingga mencapai titik tertinggi di atas Rp18.060 per dolar AS.

Kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor, terutama untuk bahan baku industri, produk elektronik, hingga komoditas yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Selain itu, tekanan terhadap rupiah juga dapat berdampak pada kenaikan biaya produksi yang pada akhirnya berpengaruh terhadap harga barang di tingkat konsumen. Kondisi tersebut turut menjadi tantangan bagi dunia usaha yang memiliki kewajiban pembayaran dalam mata uang dolar AS.

Analis menilai penguatan dolar masih dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta pergerakan arus modal internasional. Ketika investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman, permintaan terhadap dolar meningkat dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Level Rp18.000 per dolar AS sendiri dianggap sebagai batas psikologis penting di pasar valuta asing. Karena itu, pergerakan kurs di atas level tersebut akan terus menjadi perhatian pelaku usaha, investor, maupun otoritas ekonomi dalam beberapa waktu ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....