Pascabencana, Ekonomi Aceh Diperkirakan Merosot Tajam
- 23 Des 2025 22:23 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Bencana hidrometeorologi yang menyebaban banjir bandang dan tanah longsor tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan merusak segala sarana infrastruktu dan kerugian harta benda, tapi, bencana ini juga akan menyebabkan tingkat perekonomian Aceh akan merosot tajam.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin (22/12/2025) mengatakan, pascabencana, pertumbuhan ekonomi Aceh diproyeksikan mengalami penurunan cukup tajam, mengingat skala bencana yang besar dan memengaruhi faktor-faktor produksi utama.
“Di triwulan empat ini memang diperkirakan akan terjadi penurunan yang cukup signifikan. Ini menjadi tantangan besar karena sebagian besar PDRB Aceh ditopang sektor pertanian,” ujar Agus.
Menurutnya, bencana alam yang terjadi pada akhir November lalu itu berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah, khususnya pada triwulan IV tahun 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun Bank Indonesia, sekitar 89 ribu hektare lahan sawah terdampak banjir dan longsor. Angka tersebut hampir sepertiga dari total luas sawah Aceh yang tercatat lebih dari 300 ribu hektare.
“Gangguan pada sektor pertanian ini tentu akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan PDRB Aceh,” katanya.
Selain sektor pertanian, bencana hidrometeorologi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku UMKM, khususnya usaha kecil seperti warung dan kios, mengalami kerusakan tempat usaha hingga terhentinya aktivitas ekonomi.
“UMKM kecil yang terdampak banjir dan longsor, sebagian bahkan kehilangan usahanya. Ini ikut menekan aktivitas ekonomi masyarakat,” tambah Agus.
Meski demikian, Bank Indonesia tetap mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersikap optimistis. Agus berharap upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat sehingga ekonomi Aceh kembali bangkit dan menunjukkan perbaikan pada tahun 2026.
“Ke depan kita tetap harus optimis. Dengan penanganan bencana yang baik dan pemulihan sektor produktif, kita berharap perekonomian Aceh bisa kembali membaik,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....