Literasi Keuangan Digital Masyarakat Aceh Perlu Diperkuat
- 27 Agt 2026 21:33 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Penggunaan layanan keuangan digital di Aceh terus berkembang, namun peningkatan akses tersebut belum sepenuhnya diikuti pemahaman masyarakat terhadap risiko dan keamanan transaksi digital.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Hendra Syaputra, M.M., mengatakan masyarakat Aceh saat ini semakin aktif menggunakan mobile banking, dompet digital, QRIS, hingga berbagai produk investasi digital.
Menurut Hendra, kondisi tersebut menunjukkan tingkat inklusi keuangan digital yang semakin baik. Namun, masyarakat masih perlu meningkatkan kemampuan memahami risiko, terutama terkait keamanan data pribadi, penipuan daring, pembobolan akun, serta risiko produk keuangan digital.
“Penggunaan layanan digital cukup banyak, tetapi bagaimana memahami risikonya masih perlu diperjuangkan,” kata Hendra dalam Dialog Beranda Asta Cita RRI Banda Aceh Jumat 21 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, literasi keuangan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan aplikasi. Masyarakat juga perlu memahami produk keuangan, cara kerja transaksi, keamanan siber, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan risiko.
Hendra mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online maupun investasi yang menjanjikan keuntungan cepat. Sebelum menggunakan sebuah layanan, masyarakat perlu memastikan legalitas dan memahami ketentuan serta risiko yang ditawarkan.
Ia juga memperkenalkan prinsip “2L”, yakni legal dan logis, sebagai salah satu langkah sederhana yang dapat digunakan masyarakat dalam menyaring berbagai tawaran keuangan digital.
Hendra menilai edukasi harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, masyarakat, dan media.
Ia berharap penguatan literasi dapat membuat masyarakat Aceh menjadi pengguna layanan keuangan digital yang lebih kritis, aman, dan bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....