Aceh Business Forum 2026, Buka Lebar Peluang Investasi bagi Pengusaha Malaysia

  • 08 Agt 2026 00:24 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh memperkuat peluang kerja sama perdagangan dan investasi dengan Malaysia melalui Aceh Business Forum (ABF) Aceh–Malaysia 2026 yang berlangsung di Banda Aceh, Jumat 7 Agustus 2026.

Sekitar 15 delegasi dari berbagai wilayah di Malaysia hadir dalam forum tersebut. Delegasi di antaranya berasal dari Kedah dan datang untuk melihat secara langsung peluang investasi yang tersedia di Aceh. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan ekonomi sekaligus menjajaki berbagai peluang investasi yang dapat dikembangkan antara Aceh dan Malaysia.

“Mereka datang ke sini untuk menjajaki investasi yang ada di Aceh, peluang investasi apa yang bisa dikembangkan,” kata Kepala DPMPTSP Aceh, Marwan Nusuf.

Menurutnya, sejumlah delegasi Malaysia sebelumnya telah memiliki kedekatan dengan Aceh dan beberapa kali berkunjung, termasuk dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat Aceh yang terdampak bencana banjir.

Dalam forum tersebut, DPMPTSP Aceh turut menghadirkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), pelaku usaha, serta pelaku UMKM untuk mempresentasikan potensi yang dapat dikerjasamakan dengan pengusaha Malaysia.

Beberapa sektor yang menjadi perhatian di antaranya perikanan, perdagangan dan UMKM, serta pariwisata. Produk perikanan dan olahan seperti keumamah turut diperkenalkan sebagai salah satu komoditas potensial untuk dikembangkan dalam kerja sama ekonomi Aceh–Malaysia.

“Kita berharap mendapat sambutan positif dari pengusaha-pengusaha dari negara jiran kita,” ujarnya.

Marwan mengatakan DPMPTSP Aceh tidak menetapkan target nominal investasi yang harus dibawa pulang oleh delegasi Malaysia dari forum tersebut. Namun, pihaknya akan berupaya maksimal memberikan informasi dan gambaran mengenai potensi investasi Aceh agar para investor semakin yakin menanamkan modalnya.

“Kita kalau target tidak tahu target berapa, tapi semaksimal mungkin kita eksplor. Kita berikan pencerahan kepada mereka supaya mereka lebih yakin kepada kita,” katanya.

Selain investasi, sektor pariwisata dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat hubungan Aceh dan Malaysia. Wisata religi dan kuliner menjadi salah satu potensi yang mendapat perhatian karena adanya ketertarikan wisatawan Malaysia untuk berkunjung ke Aceh.

“Terutama mereka mau melihat wisata religi dan kuliner. Itu mereka tertarik,” ujar Marwan.

Ia menambahkan, peluang kerja sama juga terbuka di sektor perikanan. Bahkan, menurutnya, sejumlah kerja sama perdagangan ikan antara Aceh dan Malaysia telah berjalan sebelumnya dan masih berpotensi untuk dikembangkan.

Sementara itu, Ketua Delegasi Malaysia, Puan Zuraini binti Kamal, berharap pelaksanaan ABF Aceh–Malaysia 2026 dapat meningkatkan kemitraan ekonomi sekaligus mempererat hubungan perdagangan dan investasi antara kedua wilayah.

Realisasi Nilai Investasi Masih Rp3 Triliun

Di sisi lain, DPMPTSP Aceh mencatat realisasi investasi di Aceh hingga 7 Agustus 2026 telah mencapai sekitar Rp3 triliun dari target Rp9 triliun.

Marwan menyebut bencana alam yang terjadi pada November 2025 lalu menjadi salah satu kendala yang memengaruhi iklim investasi di Aceh. Meski demikian, pemerintah Aceh tetap optimistis dapat mengejar target investasi hingga akhir tahun.

“Karena ada bencana alam ini menjadi kendala sehingga menghambat iklim investasi. Tapi kita optimis akan terus mengejar target nilai investasi di Aceh di waktu yang tersisa,” kata Marwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....