PT PEMA Serahkan Dividen Rp28,76 Miliar kepada Pemerintah Aceh
- 24 Jul 2026 16:57 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA menyerahkan dividen Tahun Buku 2025 kepada Pemerintah Aceh sebesar Rp28.762.513.255. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dividen Tahun Buku 2024 sebesar Rp26.706.831.364 dan Tahun Buku 2023 sebesar Rp26.685.405.472.
Penyerahan dividen dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan itu turut disaksikan jajaran direksi PT PEMA dan sejumlah pejabat terkait.
Peningkatan dividen tersebut menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan sepanjang Tahun Buku 2025. Capaian itu merupakan hasil pembenahan bertahap melalui penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance) dan pengembangan berbagai lini bisnis secara profesional.
Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, mengatakan penyerahan dividen menjadi wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, perusahaan terus bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yang sehat, profesional, dan mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
"Penyerahan dividen ini bentuk komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi kepada Aceh sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah setiap tahunnya. Kami akan terus meningkatkan kinerja, memperluas jangkauan bisnis, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Aceh," ujar Mawardi.
Ia menjelaskan laba perusahaan pada Tahun Buku 2025 berasal dari sejumlah unit usaha strategis. Unit usaha tersebut meliputi pengelolaan Wilayah Kerja Blok B melalui anak perusahaan PT Pema Global Energi (PGE), pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, perdagangan sulfur, ekspor Kopi Arabika Gayo, serta perdagangan hasil perikanan.
Mawardi menambahkan peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, PT PEMA fokus melakukan pembenahan internal, memperkuat sistem manajemen, meningkatkan transparansi, serta membangun budaya kerja yang adaptif dan akuntabel.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengapresiasi capaian PT PEMA yang dinilai menunjukkan perkembangan positif sebagai perusahaan milik daerah. Menurutnya, perusahaan mampu bertumbuh melalui kekuatan bisnis sendiri tanpa bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.
Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pembenahan yang dilakukan PT PEMA berada pada jalur yang tepat. Gubernur juga mengapresiasi jajaran manajemen yang didominasi putra-putri terbaik Aceh karena mampu menghadirkan semangat baru dalam pengelolaan perusahaan.
"Ini menjadi bukti bahwa BUMA dapat dikelola secara profesional dengan tata kelola yang semakin baik. Saya mengapresiasi semangat anak-anak muda Aceh yang dipercaya mengelola PT PEMA. Saya yakin kontribusi PT PEMA terhadap Pendapatan Asli Aceh akan terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan daerah," kata Muzakir Manaf.
Mawardi mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi kepada Aceh. Upaya itu dilakukan melalui penguatan bisnis yang telah berjalan maupun pengembangan berbagai usaha baru.
Pada 2026, PT PEMA menargetkan peningkatan pendapatan melalui optimalisasi bisnis eksisting. Langkah tersebut meliputi peningkatan harga jual gas melalui PT Pema Global Energi, optimalisasi nilai jual sulfur, serta perluasan ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar internasional.
Selain itu, PT PEMA mulai mengembangkan sejumlah sektor strategis baru. Pengembangan tersebut mencakup bisnis telekomunikasi, pembangunan fasilitas cold storage, pengembangan kawasan industri, serta berbagai peluang investasi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....