Emas Jadi Pilihan Investasi Aman Masyarakat Aceh

  • 12 Jun 2026 17:33 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO. ID, Banda Aceh - Investasi emas dinilai menjadi salah satu instrumen yang efektif untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi dan meningkatnya gaya hidup konsumtif. Selain memiliki nilai yang relatif stabil, emas juga dinilai mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Manager Bisnis Pegadaian Cabang Banda Aceh, M. Raul Putra, dan Hubungan Kelembagaan Bisnis Pegadaian Area Banda Aceh, menjelaskan bahwa inflasi menyebabkan menurunnya kemampuan uang untuk membeli barang dan jasa dari waktu ke waktu. Karena itu, masyarakat perlu memiliki strategi pengelolaan keuangan yang tepat agar nilai aset yang dimiliki tidak tergerus.

“Inflasi membuat daya beli uang menurun. Barang yang hari ini bisa dibeli dengan sejumlah uang tertentu belum tentu dapat diperoleh dengan jumlah yang sama pada masa mendatang. Karena itu, masyarakat perlu memilih instrumen investasi yang tepat untuk menjaga nilai asetnya,” ujar Raul dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh Rabu 10 Juni 2026.

Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah tingginya perilaku konsumtif yang diperkuat oleh kemudahan berbelanja melalui platform digital. Kondisi tersebut sering kali membuat masyarakat mengutamakan pemenuhan keinginan jangka pendek dibandingkan menyiapkan kebutuhan masa depan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Rendahnya literasi keuangan dan keinginan memperoleh keuntungan instan menjadi faktor utama masih maraknya korban investasi ilegal.

“Calon investor harus memahami terlebih dahulu instrumen yang dipilih dan memastikan perusahaan penyelenggara telah memiliki izin resmi serta diawasi oleh otoritas yang berwenang,” katanya.

Talkshow Beranda Astacita Indonesia Cerdas Programa 1 RRI Banda Aceh, Rabu (10/6), yang menghadirkan Manager Bisnis Pegadaian Cabang Banda Aceh, M. Raul Putra, dan Hubungan Kelembagaan Bisnis Pegadaian Area Banda Aceh, Anisa Ul Munawarah, S.H. Foto : RRI/Lis.

Sementara itu, Anisa Ul Munawarah menegaskan pentingnya memilih lembaga keuangan yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, masyarakat perlu melakukan pengecekan legalitas sebelum memutuskan berinvestasi.

“Jangan hanya ikut-ikutan atau FOMO. Pastikan lembaganya resmi, terdaftar, dan memiliki pengawasan yang jelas. Itu langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari investasi bodong,” ujarnya.

Anisa mengatakan, perkembangan teknologi telah memudahkan masyarakat untuk mulai berinvestasi emas. Saat ini, investasi emas dapat dilakukan secara digital dengan nominal yang relatif terjangkau sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Ia menambahkan, investasi emas tidak lagi identik dengan kalangan berpenghasilan tinggi. Melalui layanan digital, masyarakat bahkan dapat memulai investasi dengan nominal kecil dan menambah saldo secara bertahap sesuai kemampuan keuangan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Raul juga membandingkan emas dengan instrumen investasi lainnya seperti saham dan kripto. Menurutnya, saham maupun kripto memiliki potensi keuntungan yang baik, namun memerlukan pemahaman yang lebih mendalam karena dipengaruhi oleh volatilitas pasar yang tinggi.

“Untuk pemula, emas lebih mudah dipahami dan nilainya diakui secara global. Emas bukan instrumen untuk cepat kaya, tetapi instrumen untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang,” katanya.

Ia menyarankan masyarakat untuk mengalokasikan sekitar 20 hingga 30 persen dari total aset dalam bentuk emas sebagai langkah diversifikasi dan perlindungan terhadap ketidakpastian ekonomi.

Pegadaian juga terus melakukan edukasi ke berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum, guna meningkatkan literasi keuangan dan budaya investasi sejak dini.

Menutup dialog, kedua narasumber mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi sesuai kemampuan tanpa harus menunggu memiliki dana besar. Konsistensi dalam menyisihkan sebagian penghasilan dinilai menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan keuangan di masa depan.

“Jangan menunggu ada sisa uang baru berinvestasi. Sisihkan terlebih dahulu untuk investasi, baru gunakan sisanya untuk kebutuhan lainnya,” kata Raul.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....