Pertamina Pastikan Stok BBM Aman meski Konsumsi Produk Subsidi Naik

  • 31 Mei 2026 21:50 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – PT Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Aceh terus memantau perkembangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Aceh menyusul adanya pergeseran penggunaan atau shifting dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi, khususnya Biosolar dan Pertalite.

Sales Area Manager (SAM) Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan intensif terhadap tren penyaluran BBM di seluruh wilayah Aceh guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.

Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Selasa 26 Mei 2026, Misbah menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi BBM subsidi menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam penyusunan strategi distribusi dan suplai ke terminal BBM maupun depot penyimpanan.

"Terkait fenomena shifting atau peralihan konsumen dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi, kami terus memonitor tren penyalurannya. Ketika konsumsi Biosolar dan Pertalite meningkat, maka prioritas suplai berikutnya akan disesuaikan untuk produk-produk tersebut," ujarnya.

Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan BBM non-subsidi tetap dijaga dalam kondisi aman. Menurut Misbah, distribusi produk non-subsidi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Ia menegaskan bahwa Pertamina tetap berkomitmen menyediakan seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Aceh.

"Selain produk subsidi, kami juga memiliki produk unggulan non-subsidi yang tetap kami jaga stok dan distribusinya. Konsumen pengguna BBM non-subsidi selama ini merupakan pelanggan setia yang cenderung tetap mencari produk tersebut meskipun terjadi perubahan harga," katanya.

Misbah mengakui kondisi ekonomi dan perkembangan geopolitik global turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Akibatnya, sebagian pengguna BBM non-subsidi beralih ke produk subsidi sehingga menyebabkan peningkatan permintaan yang tidak sepenuhnya tergambar saat penetapan kuota awal tahun.

Untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan, Pertamina secara rutin berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh guna menyampaikan realisasi konsumsi dan perkembangan distribusi BBM.

Menurutnya, koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi dini apabila terdapat indikasi kuota yang tersedia tidak lagi mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun.

"Kami secara rutin menyampaikan perkembangan realisasi penyaluran kepada Dinas ESDM. Jika ada potensi kekurangan kuota, maka langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal," ujarnya.

Misbah menambahkan, Pemerintah Aceh melalui gubernur nantinya dapat mengusulkan penambahan kuota BBM kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang memiliki kewenangan dalam penetapan kuota nasional.

Ia berharap sinergi antara Pertamina, Pemerintah Aceh, dan BPH Migas dapat memastikan distribusi BBM subsidi maupun non-subsidi tetap berjalan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat di seluruh wilayah Aceh dapat terpenuhi.

"Harapannya distribusi BBM tetap aman dan lancar. Evaluasi kuota akan terus dilakukan agar pasokan energi bagi masyarakat Aceh tetap terjaga," kata Misbah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....