Pertamina Siapkan Kehadiran Pertamax Green di Aceh
- 31 Mei 2026 22:41 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – PT Pertamina Patra Niaga membuka peluang menghadirkan bahan bakar ramah lingkungan Pertamax Green di Aceh. Namun, realisasi distribusi produk tersebut masih menunggu kesiapan infrastruktur di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Sales Area Manager (SAM) Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, mengatakan pengembangan Pertamax Green saat ini masih dilakukan secara bertahap dan difokuskan terlebih dahulu di Pulau Jawa sebelum diperluas ke daerah lain, termasuk Aceh.
“Pertamax Green masih dikembangkan secara bertahap. Saat ini prioritasnya masih di wilayah Jawa, kemudian secara bertahap akan diperluas ke luar Jawa sesuai dengan kesiapan infrastruktur yang ada,” kata Misbah Bukhori dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Selasa 26 Mei 2026.
Menurut Misbah, salah satu tantangan utama dalam menghadirkan produk baru tersebut adalah kesiapan fasilitas penyimpanan di SPBU. Banyak SPBU, khususnya yang memiliki layanan produk lengkap, telah menggunakan sebagian besar kapasitas tangki yang tersedia untuk berbagai jenis BBM yang saat ini dipasarkan.
Ia menjelaskan, SPBU umumnya telah melayani berbagai produk seperti Biosolar, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex. Penambahan varian baru membutuhkan penyesuaian sarana dan prasarana, termasuk penyediaan tangki penyimpanan tambahan.
“SPBU perlu mempersiapkan fasilitas pendukung karena sebagian besar tangki sudah digunakan untuk produk yang ada saat ini. Ini menjadi perhatian kami agar nantinya masyarakat Aceh juga dapat menikmati Pertamax Green seperti daerah lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, terkait dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap kondisi ekonomi masyarakat, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi yang rutin digelar setiap pekan.
Dalam forum tersebut, sektor energi, termasuk bahan bakar minyak, menjadi salah satu komponen yang diperhatikan karena berpotensi memengaruhi tingkat inflasi, terutama melalui biaya transportasi.
Meski demikian, hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan terhadap biaya transportasi di Aceh akibat perubahan harga BBM. Ketersediaan Biosolar yang masih dapat diakses masyarakat dinilai membantu menjaga stabilitas biaya angkutan.
“Dari hasil pemantauan, belum ada kenaikan biaya transportasi yang signifikan akibat harga BBM. Salah satu faktor yang turut menjaga kondisi tersebut adalah ketersediaan Biosolar yang masih bisa diperoleh masyarakat,” katanya.
Pertamina memastikan akan terus melakukan kajian dan persiapan agar distribusi Pertamax Green dapat menjangkau lebih banyak daerah, termasuk Aceh, seiring dengan kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....