Produksi Udang Windu Aceh Timur Menurun, Disebabkan Kerusakan Habitat Pesisir
- 19 Apr 2026 05:29 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Produksi udang windu di Aceh Timur mengalami penurunan dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini dipengaruhi penangkapan berlebih dan kerusakan habitat pesisir.
Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Adrian Damora, S.Pi.,M.Si menyebut tren penangkapan terus menurun. Hal itu terlihat dari data riset sejak 1990 hingga 2021.
“Produktivitas nelayan menangkap udang windu semakin menurun dari tahun ke tahun,” ujarnya, Sabtu, 18 April 2026. Ia menjelaskan biomassa mulai meningkat karena berkurangnya aktivitas tangkap.
Namun, kondisi stok di alam belum sepenuhnya pulih akibat praktik penangkapan tidak ramah lingkungan. Selain itu, kebutuhan benih masih bergantung dari indukan di alam.
Menurut Adrian, budidaya udang windu di Aceh Timur kini hampir tidak ada. Petambak beralih ke udang vaname yang dinilai lebih cepat tumbuh dan tahan penyakit.
“Sekarang sudah tidak ada lagi pembudidaya udang windu di Aceh Timur, semuanya beralih ke vaname,” katanya. Peralihan ini terjadi karena faktor ekonomi dan risiko usaha.
Ia menambahkan, penyakit dan penurunan kualitas air menjadi tantangan utama budidaya. Limbah dan degradasi mangrove memperburuk kondisi lingkungan tambak.
Ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang berperan penting menjaga kualitas perairan. Kerusakan ekosistem tersebut berdampak langsung pada siklus hidup udang windu.
Adrian menegaskan mangrove menjadi habitat penting bagi pertumbuhan larva udang. Jika habitat rusak, populasi udang akan ikut menurun.
Untuk itu, diperlukan upaya pemulihan ekosistem pesisir secara menyeluruh. Rehabilitasi mangrove menjadi langkah awal untuk mengembalikan keseimbangan lingkungan.
Selain itu, konsep budidaya berbasis alam atau nature based aquaculture dapat diterapkan. Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong implementasi rencana aksi pengelolaan perikanan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memulihkan stok udang windu.
“Mari kita jaga habitatnya agar populasi udang windu bisa kembali seperti dulu,” ujarnya. Ia optimistis udang windu masih memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....