Sektor Pertambangan Dominasi Ekspor Aceh, Capai USD 39,43 Juta

  • 01 Apr 2026 20:47 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada Februari 2026 sebesar USD 64,64 juta. Angka ini naik hingga 35,84 persen dibandingkan Januari 2026.

Pelaksanaan Harian (Plh) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin mengatakan, kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada Februari 2026 beruap Bahan Bakar Mineral. "Angkanya sebesar USD 39,40 juta, barang ekspor ini didominasi oleh komoditas Batubara," ujarnya saat penyampaian rilis bulanan dikantor BPS Aceh, Rabu 1 April 2026.

Disebutkan Tasdik,ekspor komoditas terbesar asal Provinsi Aceh selama Februari 2026 ditujukan ke negara India. Dengan rincian sebesar USD 51,02 juta. Dengan komoditas utama berupa Batubara, CPO dan Berbagai Produk Kimia.

Menurut sektor, ekspor tertinggi dari Provinsi Aceh pada Februari 2026 merupakan hasil pertambangan, yaitu senilai USD 39,43 juta. Sementara nilai impor Provinsi Aceh pada Februari 2026 sebesar USD 43,86 juta, naik hingga 47,57 persen dibandingkan impor Januari 2026.

"Selama bulan Februari 2026 nilai impor senilai USD 43,86 juta didominasi komoditas Bahan Bakar Mineral/Gas. Dengan rincian senilai 42,64 juta USD dan sisanya berupa bahan bakar minyak senilai 1,22 juta USD," sebutnya.

Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada bulan Februari 2026 mengalami Surplus hingga sebesar 20,77 juta USD. Total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh yang diekspor melalui pelabuhan di provinsi Aceh pada Februari 2026 sebesar 52,85 juta USD atau sebesar 81,76 persen terhadap total ekspor komoditas asal Provinsi Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....