Batubara Masih Dominasi Ekspor Aceh Awal Tahun

  • 02 Mar 2026 19:58 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada Januari 2026 tercatat sebesar USD 47,58 juta. Angka tersebut turun 20,29 persen dibandingkan Desember 2025.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria mengatakan, penurunan ini mencerminkan perlambatan kinerja perdagangan luar negeri di awal tahun. Meski demikian, sejumlah komoditas unggulan masih mendominasi struktur ekspor daerah.

"Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada Januari 2026 berasal dari sektor bahan bakar mineral. Nilainya mencapai USD 40,98 juta dan didominasi komoditas batubara," ujarnya saat penyampaian rilis bulanan dikantor BPS Aceh, Senin 2 Maret 2026.

Disebutkan Agus, batubara tetap menjadi andalan utama ekspor Aceh di pasar internasional. Kontribusinya memberikan porsi terbesar terhadap total nilai ekspor bulanan.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor terbesar selama Januari 2026 ditujukan ke India. Nilai pengiriman ke negara tersebut mencapai USD 41,35 juta.

Komoditas utama yang diekspor ke India meliputi batubara dan berbagai produk kimia. Kedua komoditas tersebut menjadi penopang utama perdagangan Aceh dengan pasar Asia Selatan.

Menurut sektor usaha, ekspor tertinggi pada Januari 2026 berasal dari sektor pertambangan. Nilainya tercatat sebesar USD 41,03 juta.

Dominasi sektor pertambangan menunjukkan ketergantungan ekspor Aceh pada sumber daya alam. Kondisi ini sekaligus menggambarkan struktur ekonomi daerah yang masih bertumpu pada komoditas primer.

"Sementara itu, nilai impor Provinsi Aceh pada Januari 2026 tercatat sebesar USD 29,73 juta. Angka tersebut turun 44,08 persen dibandingkan Desember 2025," sebutnya.

Impor selama Januari 2026 didominasi komoditas bahan bakar mineral dan gas senilai USD 24,19 juta. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan luar negeri Aceh mencatat surplus sebesar USD 17,86 juta, sementara 90,09 persen ekspor direalisasikan melalui pelabuhan di wilayah Aceh dengan nilai USD 42,87 juta.

Rekomendasi Berita