Kadin Ingin CPO Aceh Jangan Jadi Komoditas Mentah
- 31 Jan 2026 18:10 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Muhammad Iqbal, atau dikenal sebagai Iqbal Piyeung, menekankan pentingnya hilirisasi industri di Aceh untuk mendorong peningkatan ekonomi lokal. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Jumat (30/1/2026).
Menurut Iqbal, hilirisasi industri berarti pengolahan bahan baku menjadi produk jadi dengan nilai tambah lebih tinggi. Salah satu contohnya adalah pengolahan crude palm oil (CPO) menjadi minyak goreng dan produk turunannya. "Tujuannya meningkatkan nilai bahan baku dan menciptakan lapangan kerja di Aceh," ujar Iqbal.
Iqbal menilai kebijakan hilirisasi saat ini belum sepenuhnya mendukung kesiapan dunia usaha di Aceh. Ia menekankan perlunya langkah strategis dari pemerintah agar industri pengolahan tetap berada di Aceh, bukan diekspor ke luar daerah. "Seharusnya ada kebijakan yang memastikan sawit atau CPO yang ada di Aceh diproduksi di sini," kata Iqbal.
Selain itu, Iqbal menyoroti tantangan permodalan yang dihadapi pengusaha Aceh. Ia menyebut ketersediaan dukungan perbankan masih terbatas, dengan hanya dua bank besar yang aktif, yaitu BNI dan Bank Aceh. Kondisi ini, menurutnya, menjadi hambatan bagi pengembangan industri lokal.
"Pengusaha Aceh butuh dukungan maksimal dari pemerintah, baik berupa kebijakan maupun akses permodalan, agar industri dapat berkembang dan memberikan nilai tambah bagi Aceh," tegas Iqbal.
Ia berharap dengan adanya dukungan yang memadai, Aceh bisa memiliki industri pengolahan yang kuat, meningkatkan nilai ekonomi lokal, dan membuka peluang lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....