Masjid Jamek, Jejak Sejarah Kuala Lumpur
- 30 Sep 2026 22:26 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Masjid Jamek Sultan Abdul Samad menjadi salah satu landmark bersejarah di pusat Kuala Lumpur, Malaysia. Masjid yang berada di Jalan Tun Perak ini berdiri di pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak, kawasan yang dikenal sebagai salah satu lokasi awal perkembangan Kuala Lumpur.
Masjid Jamek dibangun pada 1909 dan dikenal sebagai salah satu masjid tertua yang masih bertahan di Kuala Lumpur. Bangunan ini secara resmi dibuka oleh Sultan Selangor pada masa tersebut dan hingga kini tetap menjadi bagian penting dari kehidupan keagamaan serta sejarah perkembangan ibu kota Malaysia.
Dari sisi arsitektur, Masjid Jamek menampilkan pengaruh arsitektur Mughal dari India Utara. Ciri tersebut terlihat melalui kubah, menara, serta deretan lengkungan yang berpadu dengan dinding bata dan ornamen bangunan, termasuk kubah utama yang memiliki ketinggian sekitar 70 kaki.
Lokasinya yang berada di antara dua sungai membuat Masjid Jamek memiliki keterkaitan erat dengan kawasan River of Life. Pada malam hari, kawasan di sekitar pertemuan sungai tersebut menjadi salah satu ruang publik yang menarik perhatian dengan pencahayaan dan tata air yang memperkuat suasana kawasan bersejarah itu.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Jamek juga memiliki peran sebagai ruang komunitas dan edukasi. Pengunjung dapat mengenal sejarah masjid melalui ruang galeri di kompleks tersebut, sementara masyarakat dan wisatawan dari berbagai latar belakang dapat mempelajari nilai sejarah serta budaya Islam di Kuala Lumpur.
Masjid Jamek juga mudah dijangkau menggunakan transportasi umum karena berada tidak jauh dari Stasiun LRT Masjid Jamek. Bagi wisatawan yang berkunjung, penghormatan terhadap fungsi tempat ibadah menjadi hal penting, termasuk mengenakan pakaian yang sopan dan mengikuti ketentuan kunjungan yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....