Islam Mengajarkan Bahagia tanpa Harus Ikut Tren FOMO
- 31 Agt 2026 22:08 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin dekat dengan kehidupan masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial. Kondisi ini membuat seseorang merasa harus mengikuti berbagai tren yang sedang berkembang agar tidak dianggap tertinggal atau kurang mengikuti perkembangan zaman.
Anggota Biro Muslimah Dewan Dakwah Indonesia Islamiah Kota Banda Aceh, Ika Puspita Yuda, dalam dialog interaktif di RRI Pro 2 Banda Aceh Jumat 28 Agustus 2026 mengatakan FOMO tidak hanya terjadi di kalangan anak muda, tetapi juga dapat dialami berbagai kelompok usia. Menurutnya, kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi membuat setiap orang semakin sering melihat aktivitas dan gaya hidup orang lain.
“FOMO itu singkatan dari Fear of Missing Out. Kalau bahasa sekarangnya itu kita harus mengikuti tren. Kalau enggak mengikuti tren itu enggak keren,” kata Ika.
Ia menjelaskan, paparan informasi mengenai kehidupan orang lain di media sosial dapat memunculkan rasa cemas dan tidak nyaman dalam diri seseorang. Misalnya, ketika melihat orang yang dikenal sedang berlibur ke luar negeri, membeli gadget baru, kendaraan baru, atau menikmati sesuatu yang dianggap membahagiakan.
“Padahal itu sebenarnya hal yang membahagiakan, berita bahagia. Tapi malah di kitanya muncul perasaan, kok saya enggak senang, saya juga pengen bisa seperti itu. Nah, itulah yang dinamakan FOMO,” ujarnya.
Dalam perspektif Islam, menurut Ika, kebahagiaan tidak semestinya diukur dari kemampuan mengikuti tren atau memiliki sesuatu yang sedang populer. Masyarakat perlu belajar menerima dan mensyukuri apa yang dimiliki sehingga kebahagiaan tidak selalu bergantung pada pencapaian maupun gaya hidup orang lain yang terlihat di media sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....