Merawat Raga dan Menjaga Jiwa, Dua Hal yang Tak Bisa Dipisahkan

  • 04 Okt 2026 03:48 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Menjaga kesehatan fisik dan kesehatan mental merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Wulansari dalam obrolan bertema “Merawat Raga, Menjaga Jiwa” bersama Pro 2 RRI Banda Aceh menjelang peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober.

Wulansari mengatakan, perhatian terhadap kesehatan mental menjadi semakin penting di kalangan generasi muda karena mereka semakin sadar terhadap hak untuk menjaga kondisi diri, baik secara fisik maupun psikologis. “Dalam Islam itu raga dan jiwa itu tidak bisa dipisahkan, karena ada satu yang jika itu baik maka seluruhnya akan baik, hati,” ujarnya saat diwawancarai RRI pada Kamis 1 Oktober 2026.

Menurutnya, kondisi fisik yang tidak prima dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas dan menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Sebaliknya, kondisi jiwa yang tidak sehat juga dapat memberikan dampak terhadap kondisi fisik, sehingga keduanya perlu mendapatkan perhatian secara seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai, kesadaran anak muda untuk menjaga kesehatan fisik kini mulai terlihat melalui berbagai kebiasaan positif, seperti berolahraga, berjalan kaki hingga membawa botol minum sendiri. Namun, kesadaran tersebut menurutnya perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan waktu istirahat dan ruang bagi diri sendiri agar tidak terus berada dalam tekanan.

Wulansari juga mengingatkan agar anak muda tidak menganggap istirahat atau memberikan jeda kepada diri sebagai bentuk kelemahan. “Bagaimana cara kita kemudian untuk bisa memberikan jeda kepada diri, tubuh, kepada jiwa kita untuk bisa istirahat sebentar supaya tetap baik-baik saja,” katanya.

Selain menjaga kondisi fisik, pengelolaan emosi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jiwa karena setiap orang memiliki pengalaman dan respons emosional yang berbeda. Ia menjelaskan, seseorang perlu mengenali apa yang dirasakan dan mengekspresikannya secara sehat, tanpa harus berlebihan dalam meluapkan emosi.

“Kalau lagi senang ya sudah ketawa saja, atau kalau lagi enggak baik-baik saja, pengin nangis ya nangis saja,” tutur Wulansari. Ia menambahkan, merawat raga dan menjaga jiwa bukan sebuah kemewahan, melainkan bentuk tanggung jawab dan rasa syukur atas kehidupan, sehingga masyarakat diharapkan mulai mengenali sinyal tubuh dan kondisi diri sebelum persoalan menjadi semakin berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....