Saat Ibadah Diposting, Bagaimana Menjaga Keikhlasan?

  • 30 Sep 2026 18:35 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Perkembangan media sosial membuat masyarakat semakin mudah membagikan berbagai aktivitas kepada publik. Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi umat Islam untuk tetap menjaga keikhlasan, terutama ketika melakukan aktivitas yang berkaitan dengan ibadah dan amal kebaikan.

Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Dr. Sehat Ihsan Shadiqin, MA, dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Jumat 25 September 2026 mengatakan pembahasan mengenai ikhlas menjadi semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat yang tidak terlepas dari media sosial. Menurutnya, nilai keikhlasan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika seseorang menggunakan berbagai platform digital.

“Karena kita hidup di era media sosial, tentu saja ikhlas di media sosial itu penting untuk kita, bukan hanya kita diskusikan, sebenarnya ini untuk kita amalkan, untuk kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari kita ketika kita bermedia sosial,” ujar Dr. Sehat Ihsan Shadiqin.

Ia menjelaskan, ikhlas pada dasarnya berkaitan dengan kebersihan dan kemurnian hati. Dalam konteks amal, keikhlasan berarti seseorang melakukan sesuatu tanpa disertai kepentingan tertentu yang dapat menggeser tujuan utama dari perbuatan tersebut.

“Ikhlas itu sendiri sebenarnya berasal dari kata kalasa, itu artinya bersih, terbebas dari segala sesuatu, sebuah kemurnian, sebuah ketulusan,” katanya. Pemahaman tersebut, lanjutnya, menjadi dasar bagi seorang Muslim untuk mengevaluasi kembali niat sebelum melakukan suatu amal.

Dr. Sehat mencontohkan, ibadah seperti berzikir dan melaksanakan umrah seharusnya dilakukan dengan niat yang benar-benar ditujukan kepada Allah SWT. Prinsip yang sama perlu menjadi perhatian ketika seseorang membagikan aktivitasnya di media sosial agar penggunaan platform digital tidak mengubah tujuan dari amal yang dilakukan.

“Kalau kita beribadah itu benar-benar ibadah. Kalau kita berzikir itu benar-benar berzikir, kalau kita umrah benar-benar berumrah,” ungkapnya. Ia menegaskan, pada akhirnya setiap amal seorang Muslim hendaknya dilakukan sebagai bentuk upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, termasuk ketika berada di tengah kehidupan digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....